| Renungan Hari Ini... |
| |
Anak Manusia – Anak Allah
|
15/07/2009 |
”Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang”(Matius 18:11)
Menyelbungin KeIlahian-Nya dengan kemanusiaan, Ia datang ke bumi di sebut Anak manusia dan Anak Allah. Ia adalah jaminan bagi manusia, duta untuk Allah-jaminan bagi manusia untuk menjadi puas oleh kebenaran-Nya demi manusia terhadap tuntutan-tuntutan hukum, dan perwakilan Allah untuk menyatakan tabiat-Nya kepada semua bangsa yang sudah jatuh.
Penebus manusia memiliki kuasa untuk menarik datang kepada-Nya sendiri, memenangkan ketakutan mereka, mengusir kemurungan mereka, mengIlhami manusia dengan pengharapan dan keberanian, menyanggupkan mereka untuk mempercayai kerelaan Allah menerima mereka melalui jasa-jasa pengganti Ilahi itu. Sebagai sasaran kasih Allah, kita harus bersyukur karena kita ada seorang penengah, seorang pembela, seorang jurudamai di pengadilan surga, yang memohon demi keselamatan kita dihadapan Bapa.
Kita memiliki segala sesuatu yang dapat kita minta untuk mengilhami kita dengan iman dan kepercayaan kepada Allah. Dalam pengadilan di bumi, bilamana seorang raja membuat perjanjian yang terbesar untuk memastikan kepada manusia tentang kebenarannya; ia memberikan anaknya sebagai sandera, untuk ditebus atas kegenapan janjinya; dan lihat betapa besarnya Janji Kesetiaan Bapa; karena ketika Ia hendak menjamin manusia terhadap kekekalan Majelis-Nya, Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal bukan hanya untuk tahun kehidupan yang singkat, tetapi untuk mempetahankan sifatnya di pengadilan surga, suatu perjanjian kekal tentang kesetiaan Allah. Alangkah dalamnya kekayaan baik hikmat maupun kasih Allah.!! ”Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.”(1 Yohanes 3:1)
Melalui Iman dalam Kristus kita menjadi anggota keluarga Raja, waris Allah, dan waris bersama Yesus Kristus. Di dalam Kristus kita adalah satu. Bilamana kita datang melalui Kalvari, dan melihat penderita, raja yang dalam sifat manusia menanggung kutuk hukum demi keselamatan manusia, maka semua perbedaan nasional, semua perbedaan sekte dihapus; semua kehormatan peringkat, semua kesombongan kasta lenyap.
Terang yang bersinar dari takhta Allah ke atas salib Kalvari mengakhiri selama-lamanya perpisahan golongan dan suku buatan manusia. Manusia dari setiap golongan menjadi anggota satu keluarga, anak-anak surga, bukan melalui kuasa duniawi, melainkan melalui Kasih Allah yang menyerahkan Yesus kepada kehidupan yang miskin, menderita, dan sengsara, sampai mengalami kematian yang memalukan dan menyakitkan, supaya Ia dapat membawa banyak anak-anak laki-laki dan perempuan kepada kemuliaan.
Sumber : E.G.W
|
| |
| 1.Anak Manusia – Anak Allah |
| 2.Sifat Kemanusiaan Kristus yang Tak Berdosa |
| 3.Ambisi Sang Ular |
| 4.Nubuatan di Eden |
| 5.Yesus Mengagungkan Hukum Allah |
| 6.Makna Kelahiran Kristus |
| 7.Suatu Rahasia |
| 8.Keberadaan Kristus Sebelumnya |
| 9.Hanya yang Diperlukan Manusia |
| 10.Rantai Emas Pengikat Jiwa Kita Dengan Kristus |
| 11.Penjelmaan-Sifat Kristus |
| 12.Kemuliaan Kristus Dalam Hukum |
| 13.Salinan Tabit Kristus |
| 14.Proklamasi Sepuluh Hukum |
| 15.Pantulan Kemuliaan Kristus |
| 16.DOA MENUNTUN KEPADA KEBENARAN |
| 17.Kisah Tentang Dua Kata |
| 18.Bersaksi Ke Mana Yesus Memanggil Engkau |
| 19.Di Luar Allah Tidak Ada Hikmat Yang Benar |
| 20.Berhentilah Memikirkan Diri Sendiri |
| 21.Tuhanku Gagah Perkasa |
| 22.Kesatuan Dalam Keanekaragaman |
| 23.Menghadapi Pencobaan |
| 24.Berdoalah Untuk Anakmu |
| 25.Masa Yang Sukar |
| 26.Orang Luar Gereja |
| 27.Bermacam-macan Sikap Dihitung |
| 28.Kita Juga Bisa Menang |
| 29.Kita Berada di Zaman Pendamaian |
| 30.Imanmu Menyelamatkan Engkau |
| 31.Teguran, Amaran dan Imbauan |
| 32.Perubahan Hati |
| 33.Berkat Besar Dicurahkan |
| 34.Jangan Munafik! |
| 35.Dosa Kesombongan |
| 36.Satu-satunya Jalan ke Surga |
| 37.Bangun, Bersinarlah! |
| 38.Dosa Menolak Kenyataan |
| 39.Yesus memperkenalkan diri kepada orang-orang miski |
| 40.Yesus, teladan kita, bergantung pada doa |
| 41.Semua yang bertobat akan diampuni |
| 42.Berdoa secara terus menerus |
| 43.Penyucian sejati meliputi penurutan |
| 44.Suatu pekabaran untuk zaman kita |
| 45.Saatnya mempelajari buku Wahyu |
| 46.Di luar Allah tidak ada hikmat yang benar |
| 47.Waktu untuk berdoa dan memuji Tuhan |
| 48.Yang terpenting-Buah Pertobatan |
| 49.Pedang kebenaran pada pekerjaan |
| 50.Carilah perkara yang di Atas |
| 51.Kasih dan hukum kini bersama-sama |
| 52.Adakah engkau kedapatan ringan? |
| 53.Ciri khas milik Kristus |
| 54.Kemajuan jangan berhenti |
| 55.Orang Kristen dewasa |
| 56.Menaiki tangga kerajaan Allah |
| 57.Jangan mendahului Kristus |
| 58.Tanpa bantuan Ilahi, usaha akan sia-sia |
| 59.Memandang kepada Yesus |
| 60.Bermitra dengan Allah |
| 61.Waspada terhadap siasat Musuh |
| 62.Selalu Memandang kepada Yesus |
| 63.Ketergantungan Mutlak |
| 64.Setia pada Allah, sulut marah orang jahat |
| 65.Harapan ditunda, namun tak pupus |
| 66.Jangan mengejar pengetahuan yang bodoh |
| 67.Setelah jatuh, manusia dapat bersatu dengan Allah |
| 68.Para malaikat heran akan rencana Allah |
| 69.Hanya Kristus dapat adakan pendamaian bagi dosa |
| 70.Permusuhan antara Kristus dan Setan |
| 71.Allah memberi peringatan kepada setan |
| 72.Dosa memaksakan perubahan dalam rencana Allah |
| 73.Akibat menentang rencana Allah |
| 74.Ketika kita menghadapi kesukaran dan ujian |
| 75.Kita perlu selalu bersandar kepada Allah |
| 76.Metode pelatihan Allah berbeda dengan manusia |
| 77.Hanya iman sejati yang tahan uji |
| 78.Diperlukan lebih dari percaya |
| 79.Orang-orang yang mempertahankan hukum Allah |
| 80.Teladan Henokh menantang kita saat ini |
| 81.Dosa yang dianggap sepele |
| 82.Pengaruh pilihan |
| 83.Pilihan kita menentukan nasib kita |
| 84.Ciptaan Baru |
| 85.Penjala ikan menjadi penjala manusia |
| 86.Selumbar di mata |
| 87.Haraplah pada Tuhan |
| 88.Asuransi Keabadian |
| 89.Jangan takut, Aku besertamu! |
|