| Renungan Hari Ini... |
| |
Yesus, teladan kita, bergantung pada doa
|
16/12/07 |
Ayat inti: Ibrani 5:7
"Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehannya Ia telah didengarkan."
Hari sudah menjelang malam ketika Yesus memanggil ke samping-Nya tida dari antara murid-muridnya; Petrus, Yakobus dan Yohanes, dan menuntun mereka melalui ladang-ladang dan mendaki jalan yang jauh ke suatu lereng gunung yang sepi . . . .
Cahaya matahari yang sedang terbenam masih menyinari puncak gunung itu, dan menyepuh jalan yang sdang mereka tempuh dengan keindahannya yang lambat laun memudar. Tetapi tidak lama kemudian terang itupun lenyap dari bukit dan lembah, matahari lenyap di ufuk barat, dan pejalan-pejalan yang kesepian itu diselubungi kegelapan malam . . .
Dengan segera Kristus mengatakan kepada mereka bahwa kini mereka tidak usah pergi lebih jauh lagi. Setelah melangkah agak jauh dari mereka, Manusia 'Duka' itu mencurahkan permohonan-Nya dengan tengisan yang keras disertai airmata. Ia berdoa memohon kekuatan menahan ujian demi kepentingan umat manusia. Ia sendiri harus mendapat pegangan yang segar pada Yang Maha Kuasa, karena hanya dengan demikian Ia dapat merenungkan masa depan. Dan ia mencurahkan kerinduan hati-Nya bagi murid-muridNya, supaya pada saat kuasa kegelapan, iman mereka tidak gagal . . .
Mula-mula murid-murid menyatukan doa mereka dengan doa-Nya dalam permohonan yang tekun, tetapi sesaat kemudian mereka dikalahkan oleh kelemahan dan meskipun mereka berusaha mempertahankan minat mereka pada peristiwa itu, namun mereka tertidur. Yesus telah menceritakan kepada mereka tentang penderitaan; Ia telah membawa mereka serta-Nya supaya mereka dapat bersatu dengan Dia dalam doa, pada saat itu Ia sedang mendoakan mereka. Juruselamat telah melihat kemurungan murid-murid-Nya, dan rindu meringankan kesedihan mereka dengan suatu jaminan bahwa iman mereka tidak sia-sia. . . Sekarang beban doa-Nya ialah agar kepada mereka ditunjukkan kemuliaan yang dimiliki-Nya dengan Bapa sebelum dunia diciptakan, supaya kerajaan dinyatakan kepada mata manusia, dan supaya murid-muridNya dikuatkan untuk memandangnya. Ia memohon agar mereka menyaksikan kenyataan Keilahian-Nya yang akan menghiburkan mereka pada saat kesengsaraan-Nya yang hebat dengan mengetahui bahwa sesungguhnya Ialah Anak Allah, dan bahwa kematian-Nya yang memalukan nanti merupakan sebagian dari rencana penebusan.
Doa-Nya didengar. Sementara Ia duduk dengan kerendahan hati di atas tanah yang berbatu, tiba-tiba langitpun terbuka, gerbang-gerbang keemasan kota Allah terbuka lebar, dan sinar yang suci turun ke atas gunung itu, menyelubungi tubuh Juruselamat. Keilahian dari dalam bercahaya melalui kemanusiaan, dan bertemu dengan kemuliaan yang datang dari atas. Setelah bangkit dari sujud, Kristus berdiri dalam kebesaran seperti Allah.l Kesengsaraan jiwapun lenyap. WajahNya kini bersinar "seperti matahari" dan jubah-Nya menjadi "putih bersinar seperti terang."
EGW
|
| |
| 1.Yesus, teladan kita, bergantung pada doa |
| 2.Semua yang bertobat akan diampuni |
| 3.Berdoa secara terus menerus |
| 4.Penyucian sejati meliputi penurutan |
| 5.Suatu pekabaran untuk zaman kita |
| 6.Saatnya mempelajari buku Wahyu |
| 7.Di luar Allah tidak ada hikmat yang benar |
| 8.Waktu untuk berdoa dan memuji Tuhan |
| 9.Yang terpenting-Buah Pertobatan |
| 10.Pedang kebenaran pada pekerjaan |
| 11.Carilah perkara yang di Atas |
| 12.Kasih dan hukum kini bersama-sama |
| 13.Adakah engkau kedapatan ringan? |
| 14.Ciri khas milik Kristus |
| 15.Kemajuan jangan berhenti |
| 16.Orang Kristen dewasa |
| 17.Menaiki tangga kerajaan Allah |
| 18.Jangan mendahului Kristus |
| 19.Tanpa bantuan Ilahi, usaha akan sia-sia |
| 20.Memandang kepada Yesus |
| 21.Bermitra dengan Allah |
| 22.Waspada terhadap siasat Musuh |
| 23.Selalu Memandang kepada Yesus |
| 24.Ketergantungan Mutlak |
| 25.Setia pada Allah, sulut marah orang jahat |
| 26.Harapan ditunda, namun tak pupus |
| 27.Jangan mengejar pengetahuan yang bodoh |
| 28.Setelah jatuh, manusia dapat bersatu dengan Allah |
| 29.Para malaikat heran akan rencana Allah |
| 30.Hanya Kristus dapat adakan pendamaian bagi dosa |
| 31.Permusuhan antara Kristus dan Setan |
| 32.Allah memberi peringatan kepada setan |
| 33.Dosa memaksakan perubahan dalam rencana Allah |
| 34.Akibat menentang rencana Allah |
| 35.Ketika kita menghadapi kesukaran dan ujian |
| 36.Kita perlu selalu bersandar kepada Allah |
| 37.Metode pelatihan Allah berbeda dengan manusia |
| 38.Hanya iman sejati yang tahan uji |
| 39.Diperlukan lebih dari percaya |
| 40.Orang-orang yang mempertahankan hukum Allah |
| 41.Teladan Henokh menantang kita saat ini |
| 42.Dosa yang dianggap sepele |
| 43.Pengaruh pilihan |
| 44.Pilihan kita menentukan nasib kita |
| 45.Ciptaan Baru |
| 46.Penjala ikan menjadi penjala manusia |
| 47.Selumbar di mata |
| 48.Haraplah pada Tuhan |
| 49.Asuransi Keabadian |
| 50.Jangan takut, Aku besertamu! |
|