|
| Opini Suara Manado |
| |
| Mencari Solusi Soal PT MSM |
10/08/2007 |
| |
(Oleh: Christy Manarisip)
PENGOPERASIAN perusahaan tambang PT Meares Soputan Mining (MSM) dan di areal pertambangan Toka Tindung Likupang Kabupaten Minahasa Utara, semakin menajam.
Menariknya, kalau dulu demonstrasi berasal dari masyarakat pro dan kontra pengoperasian serta kelompok pencinta lingkungan hidup. Tapi sekarang, perseturuan sudah melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Presiden lewat menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang sebelumnya bernama Departemen Pertambangan, terlanjur menandatangani kontrak karya sebagai legalisasi pengoperasian MSM, sementara pemerintah daerah lewat gubernur bersama DPRD Minahasa Utara bersikeras tetap menolak beroperasinya perusahaan tambang investasi Penanaman Modal Asing (PMA) ini.
Dalam banyak kesempatan bahkan disetiap road show investasi dalam dan luar negeri, investor selalu saja diundang untuk masuk ke Sulawesi Utara, dimana kemudian salah satu investasi adalah MSM.
Amat disayangkan kemudian, langkah pengoperasian MSM terganjal hanya dengan isu lingkungan. Bisa dikatakan MSM merupakan imbas dari isu pengrusakan lingkungan hidup yang dilakukan oleh PT Newmon Minahasa Raya (NMR). NMR sendiri menutup tambangannya di Ratatotok sekalipun kontrak karyanya belum berakhir.
Proses pencemaran limbah akibat pengoperasian tambang NMR cukup panjang, berlarut-larut dan menyita perhatian publik lumayan banyak. Menjadi pertanyaan bagaimana konsistensi upaya mengundang investor yang gencar dilakukan baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah?
Berkali-kali gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang mengatakan, pemerintah Sulut tidak anti investor juga anti MSM. Yang jadi soal, masalah pengrusakaan hidup yang diakibatkan oleh pertambangan sudah terlalu luas sehingga pemerintah daerah Sulut berani mengambil langkah menolak pengoperasian MSM.
Alasannya, limbah tambang (tailing) sudah menjadi zat perusak yang amat berbahaya seperti yang terjadi di teluk Buyat, di desa Ratatotok, kabupaten Minahasa Tenggara. Padahal, MSM sudah melakukan berbagai upaya untuk menjaga agar limbah tambang tidak sampai mencemari lingkungan sekitarnya.*)
(Penulis: Pemerhati Masalah Sosial) |
| |
|
| 1.Mencari Solusi Soal PT MSM |
10/08/2007 |
| 2.MENGAPA PT MSM & TTN DI TOLAK? |
09/08/2007 |
| 3.PILKADA MINAHASA , RAKYAT HARUS CERDAS MEMILIH |
08/08/2007 |
| 4.DPRD Sulut ? |
01/09/2006 |
| |
|
|
|