Sabtu, 8 Juni 2013 – 20:34 WITA Telah dibaca 2299 kali

Gina Kussoy: Optimalkan Potensi Wisata SULUT

Gina Kussoy
TOMOHON. SUARAMANADO. Dunia pariwisata merupakan sektor bisnis yang belakangan ini tumbuh sangat cepat dan bahkan sudah menjadi salah satu industri besar di dunia. Karena itu menurut Augyna Rachel Claudia Kussoy, Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi yang dimiliki masyarakatnya.
Hal itu terlihat dari makin banyak wisatawan domestik maupun internasional yang berkunjung di negeri ini menikmati pemandagan alam yang sungguh luar biasa. Sekedar menjadi bukti bahwa dunia parwisata secara perlahan mulai masyur tidak hanya di kelas nusantara namun juga di kelas dunia.

Tak kalah, potensi pariwisata Sulawesi Utara juga masuk dan setara berkelas dunia seperti tempat-tempat tujuan wisata lainnya di seluruh penjuru dunia. Menurut istri dari Kapten Pilot, Djoko Pitoyo, sebenarnya SULUT itu memiliki daya tarik pariwisata yang sangat potensial. Termasuk di wilayah Minahasa dan Tomohon, ini dinilainya masih belum optimal. Penilaian objektif ini memang layak keluar dari seorang yang memang banyak berkunjung di banyak tempat di seluruh dunia ini, menjadi pengalaman tersendiri bagi perempuan kelahiran Tomohon, 22 Agustus 1964.

Banyak hal yang bisa ia temui, kunjungi, bahkan nikmati dalam dunia pariwisata dunia dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun bagi ibu Andhini Putri Permatasari S.Sos, Dr. Andhika Ayu Perwitasari, dan Aryo Wailan Gitoyo, ada satu hal yang menjadi budaya negeri dan tidak pernah ia temui ditempat lain.

"Budaya yang dimaksud adalah budaya keramah-tamahan, terbuka, dan dinamis yang menjadi ciri khas masyarakat SULUT, yang di negara-negara lain hal tersebut merupakan sesuatu yang langka", ungkap ibu rumah tangga yang senang dengan olahraga tennis, musik, membaca, dan menulis yang ia tuangkan dalam bentuk features.

Selama perjalanannya dalam menjalani kehidupan mulai dari menimba ilmu di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, berkarir selama 11 tahun di Jakarta sebagai karyawan di sebuah perusahaan minyak asing dan perusahaan penerbangan swasta nasional, yang kemudian membawanya hijrah ke luar negeri selama 16 tahun ini, ia melihat bahwa perkembangan pariwisata mengalami kemuajuan yang sangat pesat.

Apalagi dunia semakin modern dengan berbagai faslitas pendukung seperti internet, bisa lebih mudah mengakses informasi melalui jejaring sosial, media online, atau blackberry messenger. Sehingga pariwisata SULUT telah terkenal luas di dunia sebagai destinasi "Money for Value".

"Artinya menjadi ketertarikan tersendiri bagi wisatawan karena mereka bisa menikmati ragam keindahan wisata dan kenyamanan dengan harga terjangkau", tambah perempuan yang kini lebih fokus mengikuti kegiatan sosial antara lain peduli dengan pelestarian lingkungan hidup serta aktif sebagai Koordinator Program Tangkoko dan Penyelamatan binatang langka, tarsius dengan komunitas netters.

Karena itu, perempuan yang aktif mengorganisir kawanua seluruh dunia ini berharap agar pariwisata SULUT semakin maju sangat kuat. "Kedepan kita akan semakin mendorong pariwisata melalui sejumlah kegiatan yang lebih ril seperti kawanua bakudapa 2002 yang lalu juga menjadi bagian dari promosi wisata yang positif untuk meningkatkan kunjugan wisata ke Sulawesi Utara",kata Gina yang kini turun ke gelanggang politik dan maju sebagai caleg DPRD SULUT dapil Tomohon dan Minahasa. (sty)