Senin, 27 Mei 2013 – 22:53 WITA Telah dibaca 2199 kali

Umat Budha Peringati Tri Suci Waisak

Hikmah Waisak, Badai Pasti Berlalu

Tri Suci Waisak di Vihara Surya Dharma Tomohon
SUARAMANADO, Tomohon. Umat Budha Sulawesi Utara memperingati Tri Suci Waisak yang jatuh tepat pukul 12.24’49 WITA, Sabtu, (25/5–2013) saat terang bulan atau purnama sidi untuk mengenang tiga peristiwa penting dari Sangha Budha.

Bertemapat di vihara Surya Dharma Kakaskasen Tomohon, Minggu (26/5) umat Budha di Tomohon dan dari Manado memperingati Tri Suci Waisak 2557/2013 melalui sembahayang bersama yang turut dihadiri, Pembimas Budha Kanwil Agama Provinsi SULUT, Civitas Akademika Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon, Permerintah Kota Tomohon, LK2S Prov. SULUT, Para Lansia, Anak Yatim dan masyarakat sekitar.

Pandita Arifin, SH.
Pandita Stephanus Tilung Arifin, SH. selaku Pandita vihara Surya Dharma, memimpin langsung prosesi sembahyang Dharma Santi Waisak 2557 Tahun 2013. Dalam hikmah Waisak, Pandita Arifin, mengajak umat Budha di SULUT agar belajar melepas segala hal baik buruk maupun menyenangkan yang dialami.

Hal utama dan terutama adalah kita harus berdamai dengan diri kita agar tidak terlalu menderita dalam menghadapi setiap masalah. Tidak ada cara lain bagi kita untuk melatih diri kita dengan cara mlepas, Biarlah segala sesuatu berlalu.

Ketua Yayasan Dharma Bahkti Indonesia, Kiki Runtuwene (tengah). Ketua panitia Peringatan Waisak
Karena dengan tidak mau belajar melepas, maka kita akan selalu membawah kenangan buruk masa lalu, perasaan negative masa kini dan ketakutan akan masa depan. Sehinga, menyebabkan begitu banyak duka dan rasa sakit. Biarkanlah masalah yang tidak menyenagkan itu berlalu jangan disimpan terus.

Hikmah Waisak Oleh Pandita Arifin, SH.
Dijelaskan Arifin, Tri Suci Waisak, adalah hari suci teragung, yang mengandung hikmah tentang puncak perjuangan seorang umat manusia untuk menemukan kebahagiaan tertinggi demi membebaskan semua mahkluk dari belenggu penderitaan.

Jadikan Waisak sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari untuk menggapai kebahagiaan yang sejati dan mengisinya dengan berbagai kebajikan kepada semua mahkluk. Waisak, merupakan momen untuk memperbaiki kualitas diri, yang bermuara pada perbaikan kualitas bangsa, sejalan dengan Thema: Berkah Waisak Membawah Kedamaian Bagi Bangsa dan Negara.

Penghormatan Umat Budha kepada Banthe
Arifin mengajak Umat Budha untuk renungkan, kita resapi kembali makna ketiga peristiwa agung yakni, lahirnya Pangeran Siddharta (623 SM), Pangeran Siddharta menjadi Buddha di usia 35 tahun dan Buddha Gautama paribbana – wafat (543 SM). Buddha telah menunjukkan jalan untuk menuju kebahagiaan tertinggi dan tinggal dijalani umat manusia, melalui berbuat baik dan mengurangi perbuatan buruk, untuk kebahagiaan saat ini dan nanti kita akan terlahir di alam yang bahagia. (Jansen)