- Kanal Berita Lain
- Nasional
- Internasional
- Berita Populer
- Kamis, 17 Mei 2012
Kawanua USA Dukung Pacific Partnership - Jumat, 18 Mei 2012
Larangan dibuat bukan untuk ditaati tapi diabaikan - Jumat, 18 Mei 2012
Bersatu dalam Kekuatan - Jumat, 18 Mei 2012
Angie Ogah Jadi Justice Collaborator - Kamis, 17 Mei 2012
Wagub Buka Konas dan Seminar Internasional IAIFI - Jumat, 18 Mei 2012
Tragedi Sukhoi : Diupayakan Korban Terima Rp1,25 Miliar - Jumat, 18 Mei 2012
Walikota Bitung lepas gubernur - Jumat, 18 Mei 2012
Wah, Ternyata Mengunyah Permen Karet Dapat Merusak Memori Jangka Pendek!
Rayakan HUT ke-9
Eman hargai para pioneer Kota Tomohon
|
Kantor pemerintah kota Tomohon
|
Puncak peringatan HUT Kota Tomohon ke-9 yang jatuh pada hari Jumat kemarin sudah diperingati dengan pelaksanaan upacara bendera yang dirangkaikan dengan apel Korpri di jajaran Pemerintah Kota Tomohon di lapangan kantor Walikota Tomohon.
Walikota Tomohon, Jimmy F Eman, SE.Ak selaku Pembina upacara dalam sambutannya mengatakan bahwa pada tahun 2012 Kota Tomohon akan melaksanakan Tomohon International Flower Festival yaitu pada bulan Juli mendatang. Menurutnya, momentum historis ini mengingatkan semua pihak akan rintisan ide, gagasan dan bahkan buah karya yang telah digoreskan oleh putra putri terbaik Kota Tomohon dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi bagi kemajuan daerah tercinta kota bunga.
"Karena itu, sudah selayaknya kita menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para pencetus bahkan pemimpin kota tomohon dari waktu ke waktu selama kurun waktu 9 (sembilan) tahun yakni : Bapak Drs. Boy Simon Tangkawarouw, Msc; Bapak Nico Pelealu, SH, M.si; Bapak Jeffry Korengkeng, SH, M.si; Bapak Jeffersson Soleiman Montesquei Rumajar, SE dan Ibu Linneke Syenny Watoelangkow, Ssi; Bapak Fentje Goni, SH; serta Bapak Drs. Gerson Mamuaja dan kepada semua elemen masyarakat kota tomohon yang turut memberikan kontribusi bagi pembangunan di daerah ini," ungkap walikota.
Dirinya berharap agar melalui perayaan hari jadi kota Tomohon ke-9 tahun 2012 ini akan semakin membakar tekad dan semangat seluruh komponen masyarakat kota Tomohon dari ujung Lahendong sampai Tinoor, dari ujung Taratara sampai Kumelembuai, untuk secara cerdas dengan dilandasi oleh disiplin dan etos kerja yang tinggi mampu mengukir karya dan prestasi bagi pembangunan di tanah tercinta ini sesuai dengan profesi masing – masing. Selanjutnya walikota juga mengharapkan dalam dimensi ruang dan waktu, pentas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di kota Tomohon selang 9 tahun dengan segala dinamikanya senantiasa merefleksikan beragam keberhasilan, mencatat sejumlah persoalan, membentangkan beragam tantangan sekaligus menjanjikan sejumlah peluang yang secara signifikan telah memberi warna bagi wajah Kota Tomohon.
"Dalam rentang waktu tersebut kita bersyukur karena program – program pembangunan telah diupayakan untuk dapat menjawab harapan – harapan masyarakat. walaupun diakui bahwa belum seluruh harapan dan keinginan masyarakat terakomodir dalam program pembangunan yang dilaksanakan, tetapi sebagai suatu proses, maka pembangunan akan secara gradual dapat menjawab semua tuntutan dan harapan masyarakat yang menghendaki adanya kemajuan pembangunan secara keselurahan di setiap kelurahan yang di kota tomohon," urai walikota.
Pada kesempatan tersebut, walikota juga mengungkapan gagasan dibangunnya Menara Alfa Omega; rumah sakit umum daerah; rencana pelebaran ruas jalan Tomohon – Manado; pembangunan/pelebaran jalan berwawasan penanggulangan bencana yakni akses jalan alternatif Kakaskasen – Kali; rencana pembangunan aula pengungsian untuk 1000 pengungsi lengkap dengan gudang logistik dan peralatan serta gedung pusat kendali operasi dan pusat data bencana.
Terkait dengan reformasi birokrasi, dalam bidang kelembagaan pemerintah telah melakukan penataan organisasi perangkat daerah dimana ranperda opd tinggal menunggu putusan akhir oleh pimpinan DPRD kota Tomohon. "Di bidang ketatalaksanaan, dimana mekanisme, prosedur, tata kerja, dan tata laksana administrasi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan telah berlangsung dan semakin mantap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku. Di bidang keuangan, telah menjadi komitmen dan perhatian pemerintah kota untuk menata administrasi keuangan dan barang yang lebih baik dan benar dalam rangka meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di mana prosedur dan mekanisme telah berjalan sesuai dengan ketentuannya melalui konsep first in first out – last in last out sepanjang tahun 2011 sudah tidak ada penarikan uang tanpa SP2D. Di samping itu pula sistem rekrutmen bendahara dan pengurus/penyimpan barang semakin selektif. dan sebagai bentuk taat aturan, kedepan pemberian bantuan sosial akan semakin selektif, karena mekanisme dan prosedurnya sudah berbeda.
Di bidang kepegawaian, dengan jumlah PNS Kota Tomohon yang saat ini sebanyak 3.217 pegawai berarti kualifikasi/kompetensi aparatur pemerintah telah memadai meski dalam formasi tertentu yang dibutuhkan belum tersedia, sehingga ke depan akan diperjuangkan paska dibukanya kembali moratorium rekrutmen PNS.
Dalam hal peningkatan kesejahteraan terhadap penyelenggara pemerintahan di kota tomohon, khusus bagi pns, pemerintah masih menunggu kebijakan pemerintah pusat tentang renumerasi, akan tetapi sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah telah memberikan tunjangan tambahan penghasilan kepada pejabat struktural sampai kepada staf pelaksana. serta kepada perangkat linmas di kelurahan telah mendapatkan honorarium, dan juga pemerintah telah memberikan tujangan untuk pemuka/tokoh-tokoh agama di kota Tomohon.
Hadir dalam upacara ini yaitu seluruh jajaran pemerintah Kota Tomohon, perwakilan TNI/Polri, tokoh-tokoh agama dan tokoh masayrakat guru-guru dan siswa serta keterwakilan dari masing-masing instansi BUMD. Selanjutnya dilaksanakan penyerahan kartu pegawai elektronik secara simbolik dari pimpinan Bank Sulut Kota Tomohon kepada perwakilan dari pegawai Negeri Sipil Kota Tomohon. Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para Linmas atas peran serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, kemudian penyerahan penghargaan kepada pengelola kebun bibit raya.
(red)