Rabu, 22 Februari 2012 – 19:11 WITA Telah dibaca 820 kali

Menghadapi Letusan Gunung Lokon

Pemkot Rapat di Kaki Gunung Lokon

Gunung Lokon di Kota Tomohon.

Seiring dengan status gunung lokon yang yang dalam level III atau level waspada, maka pemerintah kota Tomohon menggelar rapat koordinasi lintas sektoral, SKPD dan lintas sektor terkait yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Tomohon Drs.Arnold Poli SH, MAP. Rapat dihadiri oleh seluruh kepala SKPD seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pos gunung Api, Koramil dan pihak terkait lainnya.

Farid R. Bina selaku petugas Pemantau Gunung api mengatakan bahwa gempa yang terjadi sejak tanggal 20 Februari 2012 telah terjadi 8 – 18 jam biasanya Lokon langsung meletus, saat ini kegiatan Lokon sudah berlangsung selama 19 jam maka dipastikan Lokon akan meletus. Dirinya menyarankan kepada pemerintah kota Tomohon melalui sekretaris daerah Kota Tomohon agar menyiapkan masker, memastikan radius 2,5 km dari lokon sepi dari aktivitas masyarakat untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, perlu untuk mewaspadai letusan satu arah yang letusannya akan menumpuk dan perhatikan arah angin yang nantinya membawa debu ke pemukiman penduduk.

Selanjutnya Walikota Tomohon, Jimmy F Eman, SE.Ak melalui sekretaris daerah kota Tomohon memberikan arahan dan penyampaian tentang hal-hal yang penting yakni agar seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Tomohon tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi saat ini.

"Pemerintah Kota Tomohon menghimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar kawah Gunung Lokon yang berada di radius 2,3 km dan kepada para pencinta alam khususnya para pendaki gunung agar tidak melakukan pendakian diatas gunung lokon untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Pemerintah Kota Tomohon mengajak seluruh komponen masyarakat agar menggunakan masker apabila akan melakukan aktivitas di luar ruangan jika terjadi letusan. Hal untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit saluran pernapasan dan flu akibat dari debu Lokon", tegas walikota.

Walikota Tomohon melalui Sekretaris Daerah Kota Tomohon Arnold Poli, SH, MAP juga mengharapkan agar seluruh elemen terkait dalam pemerintah Kota Tomohon agar siap siaga sekaligus memberikan pemahaman-pemahaman yang baik kepada masyarakat dan mencegah isu-isu negatif yang meresahkan melalui SMS agar tercipta pemahaman yang benar dalam masyarakat. Dirinya juga menekankan pentingnya untuk selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Komunikasi harus tetap terjaga dan tidak putus. Begitupula peran aktif para Camat dan Lurah yang ada di Kota Tomohon untuk memberikan pengertian kepada masyarakat. Ini penting untuk dilaksanakan agar kita semua tetap tenang, waspada dan tidak menganggap enteng dengan situasi saat ini serta menyampaikan informasi yang benar dan menyejukkan masyarakat serta terus menjaga keamanan dan kenyamanan dalam hidup bermasyarakat melalui peran aktif para kepala-kepala lingkungan dan Hansip", seru Sekot.

Dirinya juga menambahkan agar "para camat dan lurah harus berada di wilayah masing-masing dan tidak diperkenankan untuk meninggalkan tempat tugas tetapi harus selalu siap dan tanggap". dan dalam menghadapi situasi saat ini Sekot meminta untuk mengaktifkan posko bencana di masing-masing kelurahan.

Di lain pihak, Sekot juga mengungkapkan segi positif dari Letusan Gunung Lokon yang telah terjadi berkali-kali telah menjadikan Kota Tomohon terkenal di seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Selanjutnya dirinya meminta kepada Pertamina dan Badan Penanggulangan Bencana agar PT. Pertamina menjamin ketersediaan bahan bakar bensin, solar dan gas bagi kebutuhan masyarakat dan bagi penanganan bencana lokon.

Di akhir rakor yang berlangsung di tengah guyuran hujan lebat di Posko Bencana Gunung Lokon di Rindam Kelurahan Kaskaskasen III, terjadilah letusan gunung Lokon yang diiringi hujan lebat sehingga membawa nuansa sejuk bagi Kota Tomohon. Hal ini karena debu hasil letusan kali ini langsung terbawa oleh air hujan sehingga tidak meresahkan masyarakat.