Jumat, 25 November 2016 – 03:29 WITA Telah dibaca 906 kali

Save Kinilow dari Kepungan Debuh Perusahaan AMP

SUARAMANADO,Tomohon. Kota Tomohon yang sedang gencar-gencarnya mempromosikan Pariwisatanya dengan wisata alam pegunungan nampaknya akan berhadapan dengan gempuran debuh yang dihasilkan sejumlah perusahaan yang melakukan penambangan galian C hingga pada Asphalt Mixing Plant (AMP) yang beropersi dilereng Gunung Lokon.

Kondisi ini telah mendapat perhatian dari warga yang tergabung dalam Kinilow Community di media sosial FB dengan beragam kekuatiran dan tanggapan mereka atas dampak buruk terhadap kesehatan warga sekitar lokasi penambangan baik di Kelurahan Kakaskasen dan Kelurahan Kinilow.

Seperti dikeluhkan Ronald Frits Parengkuan yang di upload di FB Gorup Kinilow Community mengatakan " Produksi abu semalam, Tidor dengan udara yang tercemar abu hasil produksi AMP di kompleks Kakaskasen" yang dilengkapi bukti foto/gambar mobil dan ubin yang ditutupi debuh tetanggal (5/11–2016) Jam 15;49,

Demikian juga komentar dari Alain Pusung di Group Kinilow Community menuliskan ' so ndak baku sadap koman ini no " (red= menunjukkan nada marah dan kecewa dengan kondisi debuh dari perusahan pemilik AMP) juga dilengkapi sejumlah foto /gambar yang memperlihatkan penyebaran debuh dari pusat pengolahan AMP yang mengarah ke permukiman masyarakat sekitar.

Edwin Kilapong bahkan menduga kalau perusahan pemilik AMP tidak peduli terhadap kesehatan warga sekitar perusahaan yang harus menjadi korban dari miliaran partikel debuh yang mereka hasilkan dari pengolahan AMP dan Crusser yang beroperasi seakan tiada henti siang dan malam.

Harusnya menurut Edwin, perusahaan AMP dan Crusser harus melakukan pengendalian debuh yang mereka hasilkan melalui pemasangan Springkle di cerobong asap sehingga partikel debuh tertahan diseputaran lokasi perusahaan dan tidak sampai terbawah angin ke permukiman warga.

Apalagi kata Edwin, ada rencana akan dibangun Hotel berbintang yang sangat berdekatan dengan pusat pengolahan galian C, sehingga kedepan bakal menjadi bumerang bagi sektor pariwisata yang sedang digalakkan oleh Walikota Tomohon Jemmi Eman dan Wakil Walikota S.A. Sompotan. Harapan Edwin agar ada perhatian pihak terkait baik perusahaan itu sendiri dan utamanya pemerintah Kota Tomohon.(jansen)