Rabu, 31 Agustus 2016 – 18:45 WITA Telah dibaca 882 kali

5 Tahun ‘Tatono’ di Kejari Tomohon

TCW Desak Tuntasi Kasus Malimbukar

Wilke Rabeta

SUARAMANADO, TOMOHON – Kasus dugaan penyimpangan proyek air bersih Malimbukar 2011 lalu, masih terus menggantung di Kajaksaan Negeri (Kejari) Kota Tomohon. Terhitung kasus ini sudah lima tahun ditangani Kejari Tomohon, namun tak ada tindak lanjutnya.

Sontak kasus ini menjadi gunjingan hangat elemen masyarakat Tomohon, bahwa proyek banderol Rp 8,6 miliar diduga telah menjadi ‘kongkalingkong’ korps baju coklat.

Koordinator Tomohon Coruption Watch (TCW), Steven Lalawi mengatakan, jika tak ditemukan pelanggaran hukum dari proyek tersebut, sebaiknya Kejari menyampaikannya ke publik.

"Yah, kalau memang tidak ada ditemukan penyimpangan, sebaiknya disampaikan ke publik melalui sikap yang jelas. Tetapi jika ditemukan ada penyimpangan, segera tuntaskan saja agar tidak menggantung seperti ini", tegas Lalawi.

Sementara Kejari Tomohon melalui Kasi Intel, Wilke Rabeta dikonfirmasi wartawan mengatakan, kasus Malimbukar masih tetap berproses.

"Malimbukar lagi menunggu hasil audit investigasi dari BPKP", kata Rabeta. Dikatakan, pihaknya telah memanggil sejumlah oknum terkait guna pengumpulan bahan keterangan seputar dugaan kasus tersebut.