Kamis, 12 Februari 2015 – 20:37 WITA Telah dibaca 1324 kali

BPBD Kabupaten Talaud Sangat Butuh EWS & Exavator

Yohanes Lay, ST, MT, Kaban BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud
SUARAMANADO, Talaud-Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud hingga saat ini belum memiliki Early Warning System (EWS) dan alat berat berupa Exavator yang dianggap vital dalam mengantisipasi datangnya bencana, karena daerah kepulauan ini memiliki potensi bencana yang besar bak berupa tanah longsor maupun sunami.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud Yohanes Lay, ST,MT. usai mengikuti Raker Penanggulangan Bencana tingkat Propinsi SULUT yang dipusatkan Bapelkes Manado. Selain kedua peralatan vital tersebut oleh BPBD Talaud mengusulkan anggaran cadangan obat-obatan serta dana penyabaran informasih kepada masyarakat tentang sejumlah lokasi berpotensi bencana.

Peran BPBD Talaud lebih pada preventif pencegahan melalui sosialisasi jalur evakuasi jika terjadi sumi atau terjadi gempa bumi dan aberasi sangat rentang terjadi di Pulau-pulau. Salah satu dengan cara perlambat aberasi melalui pembangunan infrastruktur berak watter.

Potensi bencana lainnya adalah longsor dan banjir akibat penebangan hutan. Kabupaten Talaud diprioritaskan pembangunan infrastruktur namun diakui Kaban BPBD anggaran daerah tidak cukup sehingga butuh bantuan anggaran pemerintah pusat, seperti pembangunan pemecah ombak untuk mencegah aberasi pantai lewat APBN seperti yang telah dilaksanakan tahun 2012 sebesar Rp. 12 M. Namun masih banyak pulau yang butuhkan pembangunan pembecah ombak.

Tahun 2014 yang lalu terjadi Putting beliung di Desa Tabang Kec.Rainis dengan kerusakan bangunan 27 bangunan termasuk Satu SD dan Satu TK, hali ini telah ditangani lewat dana APBD untuk pemuliahan melalui bantuan BBR (bahan bangunan rumah).

Fasilitas Sapras digunakan saat bencana seperti Perlengkapan Tenda, Mobil dapur umum lapangan, Mobil rescue dan Speed boat tapi dalam keadaan rusak, Perahu karet, Watter treatmen dan Alkon. Jalas Yohanes Lay, ST,MT.

Hingga saat ini masih ada anggapan BPBD hanya ada jika terjadi bencana, untuk itu perlu dilakukan penjelasan pemahaman keberadaan BPBD bahwa kehadirannya telah berperan sebelu adanya bencana melalui tindakan pencegahan, ini hal penting, kemudian disituasi bencana dan setelah bencana. Daerah Kepulauan Talaud sangat berpotensi sunami sangat besar, karena berdekatan dengan gunung api dibawah laut yang ada di P. Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe. (jansen)