Jumat, 18 Mei 2012 – 14:01 WITA Telah dibaca 1952 kali

Pemerintah Harus Lebih Pertegas

Larangan Dibuat Bukan Untuk Ditaati Tapi Diabaikan

Salah seorang masyarakat dari Desa Beo telah kedapatan oleh salah seorang Anggota Komunitas Pecinta Alam Karakelang yang Jabatannya sebagai Koordinator Divisi Investigasi telah melakukan Penambangan Liar Galian C di Pantai Tambioe Beo yang tak mau mendengar larangan.

Lokasi Tersebut adalah Kawasan Wisata Pantai, Selain itu dipesisir tersebut terdapat beberapa Kuburan dari orang tua keluarga Mahda. Kini jarak pantai sisa 4–5 meter dari kuburan. dan tak ada tindakan dari keluarga, mungkin karna pelaku bebas menggaruk kerikil di belakang kuburan itu, ujar salah seorang koordinator divisi investigasi yang tak mau menyebutkan namanya itu.

"Dirinya mengatakan bahwa saat ia sedang melakukan pemotretan ada salah satu anggota keluarga yang lewat, tapi cuek saja, hingga hari ini penambangan tetap berlanjut dan diprediksi Agustus nanti saat Angin barat bertiup kuburan tersebut akan jatuh karena ketinggian miringan pasir mencapai 1,5 meter dan rentan dengan longsor dan abrasi, katanya saat dikonfirmasi Kamis (17/5) kemarin.

"Kalau masyarakat melakukan penggalian, ya jangan disalahkan, mungkin mereka tidak tau akibatnya. Seharusnya Pemda dan DPR Talaud membuat Perda tentang pelarangan. Selanjutnya, Pemda juga memberikan pekerjaan kepada mereka sebab, mereka menggali itu karena adanya kebutuhan untuk hidup, ungkap Dikson Manolang.

Menurut salah seorang koordinator Divisi Investigasi yang tidak mau menyebutkan namanya itu, yang juga adalah salah satu warga di Desa Beo, Ini bukan persoalan tidak taunya warga atau tidak adanya prodak hukum dari eksekutif dan legislatif, tapi ini adalah persoalan pertimbangan dampak lingkungannya. Taroda kaya dengan lahan yang terbiar. Cuma faktor malas. nimau bakobong. Kiapa yang bisa mendatangkan uang cuma paser deng kerikil,? baru, Pussaang Yupungnga itu paser deng kerikil sampai so jadi tabiat ambe-ambe trus. Dasar cuma suka yang instant toh, ini orang kepala batu kwa. So ada larangan, so pasang papan aturan, mar tetap jo.