- Kanal Berita Lain
- Nasional
- Internasional
- Berita Populer
- Kamis, 17 Mei 2012
Kawanua USA Dukung Pacific Partnership - Jumat, 18 Mei 2012
Larangan dibuat bukan untuk ditaati tapi diabaikan - Jumat, 18 Mei 2012
Bersatu dalam Kekuatan - Jumat, 18 Mei 2012
Angie Ogah Jadi Justice Collaborator - Kamis, 17 Mei 2012
Wagub Buka Konas dan Seminar Internasional IAIFI - Jumat, 18 Mei 2012
Tragedi Sukhoi : Diupayakan Korban Terima Rp1,25 Miliar - Jumat, 18 Mei 2012
Walikota Bitung lepas gubernur - Jumat, 18 Mei 2012
Wah, Ternyata Mengunyah Permen Karet Dapat Merusak Memori Jangka Pendek!
Kemenristek Bantu Desa Marampit
Kabar gembira buat masyarakat kabupaten Talaud. Dalam waktu dekat ini, masalah kekurangan listrik yang masih melanda beberapa desa di kabupaten tersebut akan teratasi. Kementerian Riset dan Teknologi RI bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Talaud dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta akan membangun prototype pembangkit listrik tenaga Hiybrid di desa Marampit kecamatan Nannusa Talaud. Hal tersebut disampaikan Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Sulut Gemmy Kawatu saat menerima Sekretaris Menko Kesra Prof. Dr. Indrayono Soesilo dan Staf Ahli Menko Kesra bidang UMKM Ir. Wahnarno Hadi, MS di ruang kerjanya, pada jumat (16/12).
Menurut Kawatu, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, jenis pembangkit tenaga listrik yang akan dibangun di desa Marampit yakni dengan menggunakan energi angin (kincir angin) dan energi matahari. Akan ketambahan sebanyak 20 KW listrik di desa Marampit. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menko Kesra Agung Laksono ke desa Marampit beberapa pekan lalu. ‘’Pada prinsipnya, baik pemerintah dan masyarakat sangat berterima kasih dengan pembangunan prototype pembangkit listrik ini karena sangat membantu,’’ ujar Kawatu.
Menurut Staf Ahli Menko Kesra bidang UMKM Ir. Wahnarno Hadi, MS, total anggaran bantuan tersebut sebesar Rp 1,5 miliar. Bahkan sebanyak lima orang pemuda desa Marampit telah selesai dilatih secara profesional selama 1 bulan di UGM khusus untuk mengoperasionalkan segala peralatan PLTH (energi angin dan solar cell) tersebut. ‘’Kami berupaya agar secepatnya PLTH ini dapat dinikmati masyarakat Talaud,’’ tukas Wahnarno sambil menambahkan kalau semua peralatan PLTH tersebut saat ini sudah berada di pelabuhan Bitung.
Sekalipun demikian, menurut Wahnarno ketambahan 20 KW tersebut memang masih kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan listrik yang ada di desa Marampit dan Kabupaten Talaud secara luas. Atas dasar tersebut, Kemenristek akan bekerjasama dan meminta pihak PLN untuk mensuply kekurangan listrik dimaksud. ‘’Star awalnya dari Marampit dulu nanti kemudian dikembangkan untuk daerah-daerah yang lain. Intinya kami sangat mengharapkan bantuan dan kerjasama dari pihak pemerintah setempat untuk secara maksimal membantu demi kelancaran pembangunan prototype pembangkit listrik ini,’’ imbuhnya.
(red)