Kamis, 26 Mei 2016 – 22:06 WITA Telah dibaca 633 kali

PLT Rektor Unima Abaikan DPRD SULUT

Ancam Prof Wiwoho Jemput dengan Polisi

Andrei Angouw

SUARAMANADO, MANADO: Dinilai tak menghargai panggilan hearing Komisi IV DPRD SULUT, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unima, Prof Jamal Wiwoho terancam dipanggil paksa dengan Kepolisian.

Seperti diketahui, Plt Rektor Unima dipanggil hearing hari Kamis (26/05/2016) pukul 09.00 WITA, namun Prof Jamal Wiwoho bersama jajarannya tak kunjung hadir.

Pelak saja personil Komisi IV dibuat kecewa karena merasa tak digubris. DPRD SULUT menyerang, penunjukan Prof Wiwoho adalah bentuk intervensi Kemenristek dan Dikti terhadap demokrasi di Unima yang telah memilih rektor baru.

"Masalah di Unima adalah urusan DPRD SULUT juga. Kalau tidak mau hadir panggilan hearing, ini akan jadi perang", ujar Angouw didampingi Ketua Komisi IV, James Karinda SH MH.

Angouw menilai, ketidakhadiran hearing Plt Rektor Unima, bentuk ketidakinginan menjalin komunikasi yang baik di daerah ini. Olehnya, DPRD SULUT akan gunakan aturan yang berlaku di DPRD.

"Jika tidak hadir, kami akang panggil paksa. Sesuai aturan, kami bisa minta bantuan polisi menjemput paksa siapapun yang dipanggil hearing tapi tak mau datang", tegas Angouw saat konferensi pers.

Sementara Sekretaris Komisi IV, Fanny Legoh dan anggota, Herry Tombeng SH juga mengaku kesal terhadap Plt Rektor Unima dan Kemenristek.

"Jangan setiap masalah, ada intervensi pusat. Selesaikan dulu di daerah. Tidak ada pergolakan di Unima, tidak ada keadaan luar biasa yang mengharuskan pusat turun tangan", tandas keduanya.