Rabu, 6 Maret 2013 – 11:06 WITA Telah dibaca 1352 kali

Dana Abadi dari Newmont Dipertanyakan

MAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta

Logo PT. NMR.
MANADO. Hampir satu dekade berselang, rakyat Minahasa nampaknya mulai lupa dengan dana abadi kompensasi dari PT. Newmont Minahasa Raya (NMR) kepada rakyat Minahasa.

Hal ini terungkap dalam rapat Majelis Adat Minahasa (MAM), Selasa (5/3) di rumah Presidium MAM, Dr. Bert A. Supit. Dalam rapat tersebut, Albert (bernie) Kusen mempertanyakan dana abadi Newmont Minahasa Raya yang seharusnya diperuntukan demi kepentingan rakyat Minahasa. Sampai saat ini, dana tersebut terkesan misterius dan ditutup-tutupi.

"Meskipun terkesan disembunyikan tapi publik tahu bahwa ada dana kompensasi pasca tambang oleh PT. NMR yang diserahkan melalui menkokesra ketika itu (Aburizal Bakrie, red), untuk diserahkan kepada Yayasan Minahasa Raya. Sampai sekarang dana itu tidak ada pertanggungjawaban dan malahan terkesan misterius",tandas dosen antropologi Fakultas Sastra Unsrat ini.

Pendapat ini diamini oleh Dolfie Maringka. Menurutnya, kira-kira ada dana sejumlah 30 juta dollar atau kurang lebih 200 milyar lebih dana yang diserahkan oleh PT. MSM untuk menjadi dana abadi untuk dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat Minahasa. Sayangnya, sampai saat ini, dana tersebut masih misterius dan tidak jelas pertanggungjawaban.

Karena itu, Majelis Adat Minahasa (MAM) didesak untuk membentuk tim khusus pencari fakta agar masalah ini bisa diungkap sehingga publik tidak perlu menduga-duga mengusut pemanfaatan dana-data tersebut sehingga menjadi jelas pemanfaatan dana tersebut sehingga publik bisa menarik pembelajaran dari proses pertambangan-pertambangan yang terjadi di Sulawesi Utara. (vru).