Kamis, 26 Mei 2016 – 22:19 WITA Telah dibaca 686 kali

Melkihor: Hasil Pemeriksaan Tidak Masalah

Sekolah Keperbakatan Tompaso Dikerjakan Sesuai Ketentuan

Asiano Gammy Kawatu (AGK)

SUARAMANADO, MANADO: Seputar dugaan masalah pengerjaan proyek Sekolah Keperbakatan di Tompaso tahun 2015 lalu berhasil diklarifikasi tidak bermasalah.

Sejumput masalah pengerjaan proyek fasilitas Sekolah Keperbakatan di Tompaso Kabupaten Minahasa diluruskan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Propinsi Sulawesi Utara, Asiano Gammy Kawatu, Jumat (26/05/2016).

Kegiatan proyek untuk mendidik generasi muda berbakat khusus dalam bidang olahraga itu ternyata dikelola bertahap, yakni tahun anggaran 2015 dan 2016.

Untuk tahun 2015, proyek dikelola PT Mahendri Lestari terhitung tuntas dikerjakan pada bulan Nopember tahun lalu.

"Kegiatan dibiayai dua tahun anggaran, yakni 2015 dan 2016. Tahap pertama selesai dikerjakan dan sudah diperiksa inspektorat internal serta BPK-RI", ungkap Gammy didampingi PPK Arthur Tumipa.

Diakui keduanya, awalnya memang ada masalah terkait capaian volume pekerjaan sehingga mendapat sorotan, namun sudah diselesaikan pengelola.

"Memang ada sedikit masalah tapi niat baik pengelola akhirnya sudah diselesaikan. Syukur kita mendapat prioritas Sekolah Keperbakatan ini, dan tahun ini (2016) lagi dialokasikan Rp 11 miliar untuk lanjutannya", urai Gammy.

Sorotan terhadap proyek Sekolah Keperbakatan di Tompaso, Ketua Investigasi Indonesia Korupsi (IIK) Propinsi SULUT, Melkihor Makapedua mengaku, belum lama pihaknya telah melakukan investigasi lapangan.

"Item pekerjaannya memang banyak selain konstruksi ada juga pembebasan lahan untuk fasilitas sekolah tersebut. Kami juga menghitungnya, dan tidak ada masalah potensi korupsi di sana", pungkas Makapedua.