Senin, 10 Juli 2017 – 19:38 WITA Telah dibaca 33 kali

''‘Bos Ikan’'' Tak Pusing Merusak Terumbu Karang

KM Imanuel sedang bongkar hasil tangkapan ikan di PPI Tumumpa

SUARAMANADO, SULUT: Kembali terjadi perusakan terumbu karang di kawasan Taman Laut Nasional (TLN) Bunaken, hari Selasa 6 Juni lalu. Pelaku perusakan diduga pengusaha ikan KM Imanuel di pesisir Kelurahan Meras dengan Kelurahan Tongkaina.

"Terjadi kerusakan permanen habitat terumbu karang oleh pengusaha ikan. Kerusakan terumbu karang diduga kuat dilakukan pemilik KM Imanuel. Sebab saat kejadian hanya KM Imanuel di lokasi TKP", ungkap aktivis lingkungan, Lucky Sangoendang, Senin (10/07/2017).

Ketua Umum FMPTNB (Forum Masyarakat Peduli Taman Nasional Bunaken) mengatakan, di lokasi terumbu karang yang rusak hanya ada KM Imanuel. Pihaknya juga sempat melihat langsung KM Imanuel menabrak terumbu karang hingga terjadi kerusakan berat.

"Setelah diukur, 504 meter persegi habitat terumbu karang di areal zona pemanfaatan masyarakat rusak permanen", tandasnya.

Dampak dari kerusakan terumbu karang, lanjut dia, terjadi ketidak seimbangan fungsi terumbu karang sebagai habitat pembiakan ikan, pemecah gelombang, dan keindahan wisata.

Menurutnya, kerusakan permanen terumbu karang itu berdampak pada penurunan kualitas lingkungan hidup yang bertalian erat dengan ekosisten di Taman Laut Nasional Bunaken.

Sementara pengusaha ikan KM Imanuel Fenny Santoso dikonfirmasi mengaku, kapalnya terpaksa berlabuh di kawasan terumbu karang karena gelombang kuat.

"Cuma menghindar dari angin dan ombak keras, jadi kapal sengaja kase lari ke situ", aku Santoso sembari mengarahkan wartawan konfirmasi ke anaknya, Heryanto Limen.

Haryanto Limen dikonfirmasi terpisah di PPI Tumumpa, Senin (10/07/2017), terkesan tak mau tahu kerusakan terumbu karang oleh kapalnya.

"Pokoknya kapal saya cuma menghindar dari gelombang, soal terumbu karang rusak kami tidak tahu", kilah Limen sembari menyebut sejumlah oknum polisi yang sudah diberitahukannya.