Kamis, 2 Juni 2016 – 14:16 WITA Telah dibaca 696 kali

Kelakuan Aneh Anggota DPRD SULUT

Mengeluh Susah, Tapi ''‘Rakus’'' Gunakan APBD

Kantor DPRD SULUT

SUARAMANADO, MANADO: Sindiran keras terhadap legislator di DPRD SULUT pura-pura mati alias PPM, nyaris benar adanya.

Tahun kedua sebagai anggota legislatif di DPRD SULUT, banyak angota legislatif yang mengeluh susah. Wajah mereka kerap terlihat sedang menanggung beban berat selaku wakil rakyat.

"Sama jo untung nama, mar ilang fam", ujar Noldy Lamalo, anggota Komisi II DPRD SULUT seolah beratnya beban yang ditanggungnya.

Pengakuan radah-rada susah, namun intensitas kunjungan kerja para legislator terbilang tinggi dengan anggaran tak sedikit. Setiap kali berangkat, sedikitnya Rp 15 juta satu orang untuk biaya tiket pesawat PP.

Dan itu belum biaya transportasi dan penginapan yang terbilang besar.

"Ini perilaku aneh, pura-pura susah tapi boros", kilah Pengamat Politik SULUT, Taufik Tumbelaka.

Dan jika ada anggota dewan SULUT yang mengeluh susah, kata dia, itu merupakan tanda awas. Sebab ada anggota dewan yang hanya mengejar profit, bukan bekerja demi kepentingan rakyat.