Minggu, 2 Oktober 2011 – 14:29 WITA Telah dibaca 2068 kali

Musik Bambu Berkembang Karena Banyak Pohon Bambu

Pemukiman di daerah kepulauan.

Musik bambu memiliki karakteristik bunyi yang khas. Bila dimainkan untuk suatu pementasan lagu daerah, maka keunikannya semakin nyata.

Kekayaan bahan baku bambu yang tersimpan di tanah Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro) menjadikannya menjadi bahan baku peralatan musik tradisional setempat, Musik Bambu. Berawal dari musik rakyat yang sederhana, sekarang Musik Bambu merupakan sebuah jenis seni tradisional yang sangat digemari oleh karena ke-khasannya. Saat ini, nusik bambu sering dipentaskan di acara-acara resmi bahkan acara-acara akbar.

Musik bambu di Sitaro tidak hanya merupakan alat untuk menyuguhkan berbagai lagu tradisional dalam bahasa daerah, tetapi juga mengiringi berbagai jenis lagu. Karakteristik bunyinya yang khas menjadikan alat musik yang umumnya dibunyikan secara ditiup ini dicari oleh para pemerhati musik di dunia.

Selain musik bambu, masyarakat Sitaro juga memiliki jenis musik tradisional lainnya seperti Musik Piol, Musik Kalikitong dan Musik Orkes yang sering digelar pada acara keluarga, sosial kemasyarakatan dan iven lainnya.