Kamis, 22 September 2011 – 17:38 WITA Telah dibaca 1568 kali

Kansil: Kuota BBM Daerah Perbatasan Perlu Ditambah

Foto ilustrasi.

Wakil Gubernur SULUT Dr. Djouhari Kansil, MPd mengharapkan, agar kuota bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi SULUT terutama daerah perbatasan seperti Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud perlu ada penambahan. Harapan tersebut disampaikan Djouhari Kansil saat membuka "Sosialisasi Pengendalian dan Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi" yang digelar Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas di Hotel Aston Manado, Kamis (22/9) kemarin.

Menurut Kansil, BBM seperti premium, solar dan minyak tanah telah menjadi permasalahan klasik yang dihadapi masyarakat di tiga daerah perbatasan tersebut. Sebab sampai saat ini mereka sering diperhadapkan dengan adanya keterlambatan penyaluran (distribusi), disamping harga BBM sangat mahal, serta stoknya sudah tidak mencukupinya lagi, ujarnya.

Mengingat wilayah perbatasan, merupakan daerah perikanan di provinsi SULUT, sehingga kebutuhan akan BBM di sana dianggap cukup tinggi, jelas Kansil.
Karena itu pemerintah daerah berharap BPH migas dapat mensolusikan, usulan ini, sekaligus bisa menjawab kelangkaan BBM yang di hadapi masyarakat di daerah perbatasan tersebut.

Sementara menyangkut pengawasan, BBM bersubsidi di daerah ini, Kansil mengatakan semuanya berjalan dengan baik, koordinasi pemda dengan unsur TNI/Polri selama ini telah berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, menyebutkan masalah pengendalian dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi perlu dikembangkan secara terus menerus, dengan pihak pemda dan TNI/Polri. karena tanpa ditunjang oleh unsur terkait ini, diakuinya BPH Migas tak akan mampu melakukannya. Karena itu kerjasama yang sudah ada ini, kiranya terus kita pertahankan bahkan ditingkatkan, ungkap, mantan Ketua Umum DPP KNPI ini.

Haryono mengatakan, SULUT merupakan salah satu provinsi yang telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dulu ketika saya datang kota manado baru memiliki satu hotel yaitu Sahid Kawanua, tapi sekarang sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat hotelnya sudah banyak disamping sektor lainnya. dengan kemajuan ini warga SULUT dinilai berhasil dan kalau bisa dipasarkan BBM non besubsidi bagi daerah ini, sehingga bisa mengurangi beban pemerintah di bidang energi, katanya.

Ikut mendampingi Tubagus Haryono yaitu Agus Budi Hartono anggota komite BPH Migas dan Kasubag pertimbangan hukum dan humas Dra Nartiti Makalew, MSi. Hadir pula Kadis ESDM Ir Boy Tamon, MSi.