Minggu, 20 Februari 2011 – 18:04 WITA Telah dibaca 1715 kali

Wallo Perjuangkan Ongkos Kapal ke Nusa Utara Turun

Naiknya biaya kapal laut jurusan Nusa Utara di akhir tahun 2010 membuat mahasiswa asal kepulauan mendatangi Zeth Wallo, ketua DPP Pelayaran Rakyat SULUT, Maluku dan Irian Jaya serta ketua Persatuan Pelayaran Niaga Indonesia.

Dengan nada marah, para mahasiswa menanyakan perihal naiknya ongkos kapal yang sangat membebankan dan tidak mampu dijangkau para pelajar yang sedang menimba ilmu di Manado dan notabene belum berpenghasilan. Pihak perngusaha perkapalan pun dihubungi.

Zeth Wallo yang asal Nusa Utara ini menjelaskan bahwa naiknya ongkos kapal diakibatkan biaya suku cadang yang semakin tinggi serta sulitnya mendapatkan bahan bakar solar di daerah kepulauan. Selain itu, naiknya harga juga dipicu oleh biaya asuransi yang dikenakan oleh Pelindo naik. Namun, selaku sesama warga kepulauan, Wallo mengaku prihatin dan peduli dengan nasib para pelajar dan mahasiswa kepulauan yang ada di Manado.

Wallo pun memperjuangkan aspirasi tersebut kepada Administrator Pelabuhan Manado.Mantan ketua Fraksi Partai Golkar DPRD kota Manado tahun 1997–1999-2004 dan peraih 4.000 suara dari daerah pemilihan Singkil, terbanyak di seluruh Indonesia itu mengatakan bahwa harga tiket untuk menumpangi mayat yang pada tahun 2010 mencapai harga 3–4 juta, di tahun 2011 ini turun; tujuan Biaro dan Tagulandang menjadi Rp. 250 ribu, ke Tahuna menjadi Rp. 500 ribu dan ke Siau dan Melonguane menjadi Rp. 1.5 juta. Harga tiket penumpang tujuan Tahuna kelas ekonomi menjadi Rp. 220 ribu, tujuan Siau menjadi Rp. 130 ribu dan tujuan Talaud menjadi Rp. 300 ribu.

Pria tambun ini berharap bahwa masyarakat bisa memahami fakta yang ada seraya menambahkan bahwa meski dirinya sudah tinggal di Manado, namun tetap memperjuangkan hak-hak warga nusa utara karena terlahir dan bernenek moyang di sana.