Senin, 3 Januari 2011 – 09:50 WITA Telah dibaca 1432 kali

Warga Kepulauan Keluhkan Minyak

Pemukiman di daerah kepulauan.

SUARAMANADO, Hingga awal tahun 2011 ini, krisis bahan bakar minyak belum juga terselesaikan. Krisis BBM selain melanda Manado, ibukota provinsi SULUT tentu menjalar hingga daerah kepulauan. Kontributor SUARAMANADO di Tagulandang dan Talaud melaporkan harga bensin saat ini bisa mencapai 15.000 rupiah per liternya.

Bensin tersedia di depot Pertamina dengan harga normal, 4.500 rupiah, namun cukup sulit didapatkan. Alokasi bensin yang diberikan kepada setiap pelanggan yang membeli di depot hanya sebanyak 4 liter saja, ungkap Nike, warga Melonguane, Talaud Minggu (2/1) siang.

Kondisi yang sama juga melanda Tagulandang, kabupaten Sitaro. Kini, biaya transportasi angkutan umum melonjak tajam; untuk sekali jalan bisa mencapai 20.000 rupiah, papar Beny, warga Tagulandang. Pulang pergi bisa memakan biaya 40.000 rupiah untuk satu orang, tambahnya.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina untuk masalah ini. Dalam penyaluran bensin sendiri, disinyalir terjadi banyak penyimpangan. Beberapa pengecer lokal membeli bensin di depot secara bolak-balik, menumpuk bensin dan menjualnya hingga 15.000 rupiah.

Sementara untuk distribusi minyak tanah sendiri tidak berbeda jauh dengan bensin. Warga mendapatkannya dengan antrean yang berkepanjangan, jika tidak cepat mengantre, bakalan tidak kebagian.