Jumat, 6 Januari 2012 – 17:41 WITA Telah dibaca 1160 kali

Banyak Bantuan Mubazir

DP3K di Minta Selektif Dalam Memberikan Bantuan

Tak sedikit bantuan Pemerintah dalam upaya mensejahterakan masyarakat agar bisa mandiri dan berhasil seperti harapan semua kalangan, kenyataannya berbada dengan harapan yang di inginkan.

Seperti di Daerah Kabupaten Sangihe kurun waktu 5 tahun lalu, upaya
pihak Pemkab memberantas angka kemiskinan belum tercapai secara maksimal. Padahal tidak sedikit bantuan yang kucurkan dengan berbagai
program untuk menunjang hidup masyarakat.

Hal ini dapat terlihat di salah satu SKPD Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (DP3K) bantuan yang di kucurkan bagi masyarakat dengan membentuk kelompok-kelompok tani yang memakan anggaran mencapai miliaran rupiah itu, sampai saat ini tidak ada manfaatnya. Ini lantaran,bantuan yang disalurkan tidak ada pengawasan dari instansi teknis serta kelompok-kelompok tani dibentuk hanyalah petani-petani dadakan, ada apabila dana segera di cairkan.

"Coba dilihat bukan sedikit dana yang di kucurkan untuk menanam padi
sawah dan sebagainya, tapi hasilnya tidak ada. Ini karena banyak petani
yang membntuk bila ada dana, tapi tidak ada kamauan untuk meningkatkannya, "ungkap Jipton salah seorang petani di Tabukan utara.

Dikatakannya lagi, seharusnya Pemkab melalui DP3K harus selektif dalam
memberikan bantuan supaya pengelolaannya jelas dan dapat dirasakan
oleh masyarakat Sangihe. Karena menurutnya program yang selama ini dilakukan oleh DP3K tidak ada manfaat. "Program pemanfataan lahan tidor
untuk menanam sawah, di Sangihe saya rasa tidak ada gunanya. Karena
lahan tidor lebih banyak orang tidor di Sangihe, kalau menurut saya
lebih bermanfaat kalau lahan-lahan itu digunakan untuk budi daya ikan
air tawar karena faerah kita bukan daerah untuk bercocok tanam padi",ujarnya.

Menyikapi hal ini ketua LSM Kadademahe Marslem Pulumbara meminta pihak
DP3K untuk secara optimal dalam pengelolaan dana Pemerintah,sehingga
bantuan yang di berikan untuk kesejahteraan masyarakat tidak terkesan
mubazir.