Kamis, 14 April 2011 – 08:35 WITA Telah dibaca 1264 kali

Nyawa Ibu dan Anak Melayang

Pasandaran Bantah Tak Ada Pelayanan

Kota Tahuna, ibukota kapubaten Kepulauan Sangihe.

SUARAMANADO, Kinerja pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Liun Kendage di Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe belum lama ini mendapat sorotan tajam dari kalangan masyartakat di kawasan tersebut. Pasalnya, mereka menilai pelayanan yang di berikan selama ini oleh para Dokter dan Bidan di RSU tidak memuaskan.

Seperti yang yang terjadi terhadap salah satu keluarga di kampung Marore hingga tidak bisa tertolong lagi. Informasi yang berhasil didapat harian ini, beberapa hari lalu sejumlah warga datang membawa seorang ibu yang bernama Gresi Nesar (40 an) yang hendak melahirkan

Untuk mendapat pelayanan medis oleh para Dokter disana, kerena saat itu kondisi IBu dalam keadaan kritis sebab sang bayi di dalam kandungannya sudah tak bernyawa lagi.

Tragisnya, ibu tersebut tidak mendapat pelayanan yang maksimal dari pihak RSU Liun Kendage Tahuna sehingga dirujuk ke RSU Kandou Manado dan akhirnya pun nyawanya tak tertolong lagi. "sangat disayangkan selama di Tahuna tidak ada pelayanan selama torang ada bawa pasien itu, malah dorang cuma bilang kalau ada apa-apa nanti kase bangun kalau ada perlu sesuatu, sehingga kami berkesimpulan bawa ke manado", ungkap beberapa kerabat korban.

Di tempat terpisah Direktur RSU Tahuna Dr Handri Pasandaran mengatakan, selama pasien dibawah oleh pihak keluarga dari Marore ke RSU Tahuna kondisinya lemah dan terus mendapat pelayanan dari tim Medis di RSU Liun Kendage. Pihak keluarga sendiri yang meminta paksa untuk keluar dan minta rujuk ke manado.

"Itu tidak benar tidak ada pelayan dari kami, setiap jam kami melakukan pengecekan kondisi pasien, karena saat itu fisiknya masih lemah belum bisa dilakukan operasi. Pihak keluarga sendiri yang meminta paksa pulang dengan segala resiko, kami tidak bisa berbuat banyak karena suami korban yang meminta dengan segala resiko yang akan terjadi", jelas Pasandaran. Sembari menambahkan, kalau saja saat itu pihak keluarga mendengar apa yang dikatakan para dokter kemungkinan ini tidak akan terjadi.