Selasa, 24 Januari 2012 – 07:21 WITA Telah dibaca 1448 kali

Nelayan Yang Mempunyai Empat Anak Tewas Terapung di Teluk Tahuna

Nasip menimpa lelaki Winster Haribasare (68) warga kelurahan Bungalawang, RT 09 Lingkungan III, Kecamatan Tahuna. Pasalnya, korban yang kesehariannya berprofesi nelayan ditemukan dalam keadaan tewas terapung di sekitaran teluk Tahuna, tepatnya di dekat pelabuhan tua Tahuna, kelurahan Sawang Bendar, Senin (23/01) kemarin. Informasi yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber menyebutkan korban pertama kali ditemukan oleh lelaki Roni Sampingan (53) warga Kelurahan Sawang Bendar, kemarin pagi sekitar pukul 10.30 WITA. Hal
itupun langsung diteruskan Roni kepada Rein Abast selaku Ketua RT setempat.Saat itu juga Rein menggunakan perahu jenis pakura untuk melihat
keadaan korban yang tak jauh dari Pelabuhan tua.Korban yang memiliki empat orang anak ini saat ditemukan hanya mengenakan celana dalam dengan lilitan tali di tangan kiri dan bagian perutnya. Bukan saja itu, saat ditemukan bagian mulut dan hidung korban mengeluarkan darah.

Sementara itu informasi lain yang diperoleh menyebutkan, Minggu (22/01) lalu, korban bersama keluarganya menghadiri pesta di Kampung Kauhis, Kecamatan Manganitu. Ketika akan pulang ke Tahuna, keluarganya menggunakan mobil. Sementara korban memilih balik ke Tahuna dengan menggunakan perahu jenis pambut miliknya. Namun saat itu tidak pernah pulang ke rumah hingga korban ditemukan sudah dalam keadaan tewas. Kapolres Sangihe AKBP Hisar Siallagan SIK ketika dikonfirmasi langsung membenarkan akan adanya kejadian tersebut. Menurut Kapolres, setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna.
"Dalam tubuh korban tidak didapati adanya tanda kekerasan", tukas Kapolres didampingi Kapolsek Tahuna, AKP Rulie S Djama dan Kasie Humas, Aiptu Witman Bawole. Dikatakannya pula, untuk sementara pihaknya belum memastikan penyebab kematian korban. Pasalnya, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad nelayan tersebut.