Jumat, 25 Maret 2011 – 10:26 WITA Telah dibaca 1988 kali

Proyek PNPM LMP di Kampung Palareng Diduga Fiktif

Aparat Hukum Diminta Bertindak

Kota Tahuna, ibukota kapubaten Kepulauan Sangihe.

Sejumlah masyrakat kampung Palareng kecamatan Tabukan Selatan (Tabsel), mengeluhkan kinerja serta pembangunan di kampung mereka yang dinilai fiktif dan diduga terjadi penyelewengan oleh oknum kapitalaung dan yang menjabat sekarang ini.

Saat menemui SUARAMANADO, Kamis kemarin, sejumlah warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan menjelaskan, ada sejumlah bantuan serta proyek PNPM-LMP yang dinilai fiktif bahkan ada yang hingga saat ini belum di realisasikan dan belum di kerjakan oleh oknum kapitalauang. di antaranya penanaman pohon jenis nantu dengan anggaran sebesar 26 juta rupiah, pada tahap pertama dengan anggaran 10,4 juta rupiah tidak nampak adanya pekerjaan, serta tahap kedua dan ketiga jumlah anggrannya tidak diketahui oleh sekertaris dan bendahara, hanya diketahui oleh oknum kapitalaung saja.

Bahkan menurut warga bibit pohon nantu sudah dibayar tetapi hingga kini belum di salurkan, selain itu menurut warga, dana desa untuk pembangunan berjumlah 34 juta rupiah, hingga saat ini belum dilaksanakan sampai 100%. Diungkapkan pula bantuan beras untuk lansia pada bulan desember tahun lalu, hingga kini tidak diterima oleh warga.

Menyikapi hal ini aktifis serta ketua LSM Laskar Merah Putih Kabupaten Sangihe, Jatris Patiri SH, meminta aparat hukum segera menindak tegas oknum Kapitalaung tersebut. Karena menurut Patiri hal seperti ini tidak bisa dibiarkan, apalagi saat ini hampir sebagian besar masyarakat di kampung tersebut sudah mengetahui akan tingkah dari oknum kapitalaung. Warga pun berharap permasalahan segera diusut agar pembangunan di kampung Palareng dapat berjalan sebagai mana mestinya.