Kamis, 29 Desember 2011 – 22:08 WITA Telah dibaca 1462 kali

Kerugian Capai 1,7 Miliar

96 Rumah di Tabut dan 1 Kampung di Mangsel Terendam Banjir

Foto ilustrasi.

Hujan deras yang terjadi beberapa hari lalu di Sangihe dan sekitarnya mengakibatkan sedikitnya 96 rumah di kampong Raku Kecamatan Tabukan Utara (Tabut) dan satu Kampung, yakni Kampung Laine Kecamatan Manganitu Selatan (Mangsel) terendam banjir, dengan ketinggian 30 cm, hingga 1 m, yang akibatkan meluapnya sungai di sekitar lokasi kejadian.

Data yang di peroleh harian ini dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sangihe, menyebutkan bahwa banjir yang terjadi akibat hujan pada Selasa (27/12) lalu selain merendam 96 rumah warga, di Kampung Raku Kecamatan Tabut, dan satu kampong, yakni Kampung Laine Kecamatan Mangsel, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur dan perkebunan serta persawahan milik warga.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Sangihe Drs F Lukas, Kamis (29/12), di ruang kerjanya mengatakan banjir ini terjadi akibat tanggul pengaman sungai setinggi 4 meter, tidak mampu lagi menahan serta menampung debit air, sehingga air pun meluap dan menggenangi kampung serta rumah warga. Beruntung warga pun langsung memilih mengungsi ketempat yang lebih aman sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

"Tanggul pengaman sungai yang tidak mampu lagi menahan dan menampung volume air, akibatnya air meluap dan menggenagi perkampungan serta rumah-rumah warga, dan warga pun langsung memilih mengungsi ketempat yang aman, sehingga tidak meimbuylkan korban jiwa", ujar Lukas.

Dijelaskan pula olehnya bahwa ditaksir kerugian yang timbul akibat banjir dan longsor yang terjadi pada saat itu berkisar 1,7 M. dan hal itu telah dilaporkan kepada bupati dan wakil bupati. Dirinya pun mengatakan bahwa Pemerintah Daerah telah memberikan bantuan berupa bahan makanan kepada para korban dalam pengusngsian, sebagai langkah penanganan dini, namun diperoleh informasi bahwa sejak Rabu (28/12) warga telah kembali ke rumah masing-masing karena air telah surut.