Senin, 14 November 2011 – 11:46 WITA Telah dibaca 1460 kali

Keberadaan Nelayan Filipina Harus Ditertibkan

Kepulauan Tahna.

Keberadaan nelayan asal Philipina kini sudah semakin menjamur di Sangihe. Hal ini tak hanya mengkhawatirkan nelayan setempat terkait dengan kemampuan memancing mereka yang di atas rata-rata, tapi turut mengusik keberadaan warga setempat.

Pasalnya para nelayan yang juga identitas serta kewarganegaraannya masih dipertanyakan itu, sering mengabaikan program kebersihan pemkab setempat. Kuat indikasi para nelayan yang rata-rata masih kaku berbahasa Indonesia, namun cukup lancer berbahasa daerah Sangihe itu, sering dengan sesuka hati membuang sampah plastic pembungkus es batu di areal periaran teluk Tahuna.

Pengakuan dari warga setempat, sampah-sampah pembungkus es batu yang dibeli dari warga setempat yang memiliki frizer serta penampung es tersebut, sangat mengganggu keindahan kawasan teluk Tahuna dan tak jarang turut terbawa arus ke areal rawa Towo. Serta sepanjang pantai Tidore.

Untuk itu warga berharap, pemerintah setempat secepat mungkin mengambil sikap, dengan memberikan sosialisasi kepada para nelayan tadi soal kebersihan lingkungan, karena apalagi diantara nelayan tersebut, apalagi Pemkab Sangihe menargetkan meraih piala Adipura di tahun mendatang.