Rabu, 21 September 2011 – 15:28 WITA Telah dibaca 2511 kali

Jaringan Telkomsel dan Indosat Sering Ngadat

Foto ilustrasi.

Lagi-lagi kabupaten kepulauan Sangihe keciprat masalah. Layanan jaringan telekomunikasi berbasis selular yang belum lama dilaunching di Nusa Utara dan tadinya dipuja-puja itu, kini dimaki oleh kebanyakan penggunanya.

Beberapa bulan terakhir jelang akhir tahun 2011 layanan jasa telekomunikasi selular berkembang pesat dan maju dibandingkan era 90-an bahkan. Awalnya di tahun 90-an jasa telekomunikasi masuk ke ibukota kepulauan Nusa Utara yakni Tahuna melalui instansi perhubungan bernama Telkom.

Tahun berganti tahun Telkom semakin jaya dan berkembang setelah program pemerintah mengijinkan telkom berkarya bahkan menjangkau kecamatan dan pedesaan, serta merta pembangunan jaringan telepon pun tersedia. Meski hanya dimulai dengan "wartel" atau warung telekomunikasi di desa namun sangat membantu masyarakat Sangihe yang hendak berkomunikasi dengan sanak, saudara, kenalan dan handai taulan dimana saja di nusantara bahkan intenasional sekalipun.

Sukesnya Telkom di Nusa Utara berdampak pada tingginya minat bahkan permintaan pemasangan jalur ke rumah-rumah penduduk di se antero ibukota Tahuna dan juga di pedesaan mulai tahun 2002 hingga tahun 2003. Kini, perkembangan teknologi yang pesat seakan telah menggeser prestasi Telkom sebagai satu-satunya yang merajai jasa telekomunikasi di Indonesia.

Pangsa selular meningkat seiiring dengan takluknya Telkom kepada produk yang bernama GSM yang bernama Telkomsel. Tingginya fitur-fitur yang disajikan oleh Telkomsel telah merangsang pasar selular. Namun, setelah jenjang keberhasilan Telkomsel merasuk para fans bahkan pemburu fiturbnya, hal ini berdampak ada munculnya kompetitor-kompetitor yang lain yang menawarkan solusi serta kemudahan mengakses teknologi bahkan networking berbasis mobile selular.

Produk baru bernama Indosat-pun muncul memaksa sang penguasa mobile selular Telkomsel berbagi lahan dan wilayah kekuasaan. Alhasil, persaingan antara dua kompetitor mobile selular yakni Telkomsel dan Indosat tersebut semakin membuat mania pribumi bahkan pendatang diobok-obok produk mobile teknologi itu.

Sayangnya, kemasyuran tak bertahan lama. Telkomsel yang telah meraup keuntungan bahkan memonopoli pasar di kabupaten kepulauan kini mulai dimaki-maki oleh pengguna. Pasalnya, koneksi Telkomsel sering bermasalah. Imbasnya turut didapat Indosat.

Layanan jaringan selular oleh duo penguasa bisnis jasa layanan telekomunikasi di Indonesia tersebut kini tampil mini sekalipun tadinya tampil bak "kabanassa"(sebutan "raksasa" oleh orang Nusa Utara). Kini, para pengguna jasa mobile selular baik Telkomsel maupun Indosat hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada, seperti pepatah "nasi sudah menjadi bubur. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai". Jadi, nikmatilah apa yang tersaji meskipun tampak tak layak lagi sambil menantikan datangnya perusahan jasa telekomunikasi yang memberikan pelayanan terbaik bagi Sangihe.