Minggu, 26 Juni 2011 – 06:47 WITA Telah dibaca 2016 kali

DPRD SULUT Perjuangkan Tanah Bandara Naha

Warga Naha Harus Gembira

Kota Tahuna, ibukota kapubaten Kepulauan Sangihe.

DPRD SULUT membuktikan kepedulian terhadap warga. Hal ini terbukti dengan disetujuinya ganti rugi atas tanah warga yang terletak di bandara Naha, kabupaten Kepulauan Sangihe dengan jumlah pergantian total Rp. 2 M. Hal ini disampaikan langsung oleh S.H. Sarundajang dalam sambutannya pada Sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) gubernur beberapa waktu lalu.

"Persoalan tanah di Bumi Nyiur Melambai ini masih merupakan persoalan yang vital bagi masyarakat dan pemerintah, hal ini tentu akan kami tidak lanjuti bersama dinas terkait, dan pastinya nanti akan kami selesaikan secepatnya. Semua persoalan tanah ini harus di evaluasi lagi dengan baik sebab banyak kasus yang di dapati dengan adanya sertivikat ganda, sehingga pihak pemprov sendiri tidak bisa mengambil keputusan sebab tidak ada kejelasan,untuk itu Pertanahan harus segera menyelesaikan persoalan tersebut", ujar Sarundajang.

Lebih lanjut dikatakan Sarundajang, tanah yang ada di bandara itu setelah ditelusuri lebih jauh, dan berdasarkan data dan fakta yang ada dilapangan memang terbukti bahwa tanah tersebut masih milik warga setempat.

"Untuk itu kami telah menyediakan anggaran sebesar 2 M,untuk pembayaran ganti rugi atas tanah bandara Naha, semua ini juga tidak terlepas dari perjuangan DPRD SULUT sehingga persoalan tersebut dapat terselesaikan", jelas Sarundajang.

Di tempat yang berbeda dan berlainan waktu, Pdt Meiva Salindeho Lintang STh sebagai Ketua DPRD SULUT, melalui Lucky Sondakh sebagai Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) kepada SUARAMANADO, Minggu (26/6) melalui telepon mengatakan, DPRD SULUT dalam hal ini hanya mambantu menyalurkan aspirasi yang disampaikan warga, dan memang sudah merupakan kewajiban selaku wakil rakyat untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak warga.

"Masih ada beberapa persoalan terkait dengan kepemilikan tanah warga yang harus di selesaikan, itu akan terus kami perjuangkan sehingga persoalan tersebut dapat terselesaikan dengan tuntas", demikian Lintang yang juga istri Bupati Sangihe ini.