Kamis, 5 Oktober 2017 – 20:04 WITA Telah dibaca 84 kali

Elektabilitas Prabowo Yang Kian Loyo

Jokowi dan Prabowo

SUARAMANADO, Nasional: Elektabilitas Ketum Gerindra Prabowo Subianto jelang Pilpres 2019 kian loyo. Bisa dibilang seperti itu karena dua hasil survei terbaru membuktikannya.


Berdasarkan hasil survei calon presiden yang dilakukan Median pada 14–22 September 2017, Prabowo mendapat angka 23,2 persen. Prabowo tertinggal dari Joko Widodo yang meraup perolehan suara 36,2 persen.


Survei tersebut diambil dari sampel 1.000 responden di seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada. Survei dirilis pada Senin (2/10).

Tak berselang lama, lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga merilis hasil survei Pilpres 2019. di survei SMRC, terlihat kalau Prabowo memang semakin loyo dalam hal elektabilitas.


Survei SMRC digelar pada 3–10 September 2017. Populasi survei adalah WNI yang sudah memiliki hak pilih. Sampel berjumlah 1.220 dan dipilih secara acak (multistage random sampling). Sedangkan margin of error survei sebesar +/- 3,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Quality control dipilih secara acak sebesar 20% dari total sampel.

Berdasarkan hasil top of mind, Jokowi meraih hasil 38,9%. Ia unggul jauh dari Prabowo, yang duduk di posisi ke-2, dengan persentase 12,0%.

"Bila pemilihan presiden diadakan sekarang (waktu survei, awal September 2017), Jokowi mendapat dukungan terbanyak. Selanjutnya Prabowo Subianto", ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Cisadane, Jakpus, Kamis (5/10).

SMRC juga menggelar survei dengan metode semiterbuka. Hasilnya, Jokowi lagi-lagi unggul dengan perolehan 45,6% dan Prabowo di posisi ke-2 dengan 18,7%.

"Dalam 3 tahun terakhir, bagaimanapun simulasinya, elektabilitas Jokowi cenderung naik dan belum ada penantang cukup berarti selain Prabowo. Prabowo pun cenderung tidak mengalami kemajuan", paparnya.


Elektabilitas Prabowo yang kian merosot rupanya tak membuat kubu Gerindra was-was. Justru, Gerindra siap memberi kejutan di Pilpres 2019 mendatang.

"Tunggu tanggal mainnya, Prabowo nggak bergerak aja begitu. Tunggu nanti Prabowo bergerak, kami yakin elektabilitas meningkat", kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco.

Seperti apa kejutan dari Gerindra untuk menaikkan elektabilitas Prabowo yang loyo? Sebelum itu, dapat dilihat hasil survei elektabilitas dua lembaga survei tersebut.

Hasil elektabilitas capres versi survei Median:
1. Jokowi 36,2%
2. Prabowo 23,2%
3. SBY 8,4%
4. Anies Baswedan 4,4%
5. Gatot Nurmantyo 2,8%
6. JK 2,6%
7. Hary Tanoesoedibjo 1,5%
8. Aburizal Bakrie (Ical) 1,3%
9. Ridwan Kamil 1,2%
10. Tri Rismaharini 1,0%
11. Tokoh lainnya 4,1%
12. Tidak tahu/tidak jawab 13,3%

Hasil elektabilitas capres versi survei SMRC:
1. Jokowi 38,9%
2. Prabowo 12,0%
3. Susilo Bambang Yudhoyono 1,6%
4. Anies Baswedan 0,9%
5. Basuki Tjahaja Purnama 0,8%
6. Jusuf Kalla 0,8%
7. Hary Tanoe 0,6%
8. Surya Paloh 0,3%
9. Agus Yudhoyono 0,3%
10. Ridwan Kamil 0,3%
11. Gatot Nurmantyo 0,3%
12. Mahfud MD 0,3%
13. Tuan Guru Bajang 0,2%
14. Chairul Tanjung 0,2%
15. Sri Mulyani 0,1%
16. Patrialis Akbar 0,1%
17. Megawati Soekarnoputri 0,1%
18. Soekarno 0,1%
19. Tommy Soeharto 0,1%
20. Gus Dur 0,1%
21. Wiranto 0,1%
22. Risma 0,1%
23. Tidak jawab/rahasia 41,9%