Selasa, 10 Mei 2016 – 21:10 WITA Telah dibaca 683 kali

Tatap Muka Anggota DPR-RI dengan Warga Minahasa

Keintjem Peringatkan Pengelolaan Dana Desa

Djenri Keintjem

SUARAMANADO, MINAHASA: Legislator Senayan, Djenri Keintjem SH MH ungkapkan soal masih banyak perangkat desa yang kurang memahami Undang-undang tentang Desa.

Meski dilanda hujan deras, namun kunjungan kerja sekaligus reses Anggota DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan, Djenri Keintjem SH.MH di Kabupaten Minahasa tetap dilaksanakan, Senin (8/5).

Reses di Kecamatan Eris dan Kombi ini, selain menyerap aspirasi juga terangkai workshop Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Respon luar biasa kegiatan, seluruh perangkat desa (Hukum Tua, BPD, tokoh masyarakat) dari dua wilayah tersebut hadir memadati lokasi pertemuan.

"Masih banyak perangkat desa belum memahami pengelolaan dana desa. Padahal kebijakan presiden Jokowi terus mendorong agar desa semakin mandiri dan maju", ujar Djenri Keintjem.

Djenri Keintjem paparkan konsekuensi dana desa untuk kepentingan masyarakat

Lanjut dikatakan, majunya desa mutlak harus didukung semua stakeholder terkait dan tidak hanya tugas pemerintah semata. Itu menjadi kewajiban semua pihak untuk mensukseskan desa mandiri, dan desa yang pengelolaan dana desa-nya tepat sasaran.

Perangkat pemerintahan desa yang nantinya mengelola anggaran 1 miliar rupiah satu desa, diharapkan tidak menjadi masalah hukum dikemudian hari hanya karena pengelolaan anggaran yang tidak sesuai peruntukkan.

Antusias perangkat desa Kecamatan Kombi dan Eris saat sosialisasi Undang-undang tentang Desa

Olehnya setiap perangkat desa wajib menguasai akuntansi atau minimal pembukuan agar pengelolaan dana desa bisa dipertanggungjawabkan. Kuatirnya jika dari sisi data akuntansi tidak valid, kemudian akan menyeret kepala desa serta perangkat desa lainnya tersandung masalah penyalahgunaan dana desa.

"Jangan sampai kepala desa atau perangkat desa masuk penjara karena ketidakmengertian dalam mengelola dana desa", ujar Keintjem mengingatkan para perangkat desa se Minahasa.