Rabu, 2 Desember 2015 – 23:05 WITA Telah dibaca 427 kali

Ahok Cari PNS Baik Untuk Jadi Cawagub di Pilgub DKI 2017

Ahok buka Wisata Balai Kota

SUARAMANADO, Nasional, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mengaku punya misi membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap pejabat publik. Sebab, selama ini masyarakat memandang pejabat identik dengan perilaku korup dan malas bekerja.

Ahok mengaku tengah bergerilya mencari ‘calon pendamping’ yang tepat untuk bertarung dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Dia lebih tertarik meminang PNS daripada kader partai politik.

"Kalau saya mencalonkan lagi, saya bilang, kalau KTP terkumpul, saya bilang kalau sudah ketemu PNS yang baik di DKI, saya akan mencalonkan dia jadi wagub sekalipun kami harus kalah. Ini untuk mempertontonkan kepada rakyat bahwa saya mau membuktikan ada PNS di DKI yang pantas jadi wagub dan gubernur. Itu yg akan saya lakukan", ujar Ahok usai menghadiri acara peringatan hari antikorupsi di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (3/12).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengakui besar kemungkinan dia tidak akan terpilih jika menggandeng cawagub dari luar parpol yang tentunya minim basis massa.

"Saya sampaikan secara nurani, secara tujuan, saya pilih PNS yang baik, sekalipun secara risiko saya nggak kepilih jadi gubernur lagi. Minimal sampai Oktober 2017 saya masih jadi gubernur, masih bisa pecat-pecat", katanya sembari tertawa.

Langkah Ahok ini bukan tanpa alasan kuat. Dia mengklaim ingin memperbaiki stigma pejabat identik dengan perilaku korup dan malas yang sudah terlanjur melekat di masyarakat.

"Kepercayaan di republik ini sudah hilang, orang punya stigma pejabat itu pasti malas, pasti korup, pasti nggak mau kerja, nggak perhatian rakyat", ucapnya.

Ahok mengklaim, dirinya dan Jokowi sebagai contoh pejabat yang ditugaskan membersihkan praktik-praktik korup dan membenahi birokrasi pemerintahan yang selama ini tidak maksimal. Dia juga mengklaim, misi itu berhasil membuka mata masyarakat bahwa kini ada pejabat yang bersih dan mau kerja keras.

"Akhirnya kami diangkat di Jakarta, dipilih dari Solo dan dari Belitung untuk mempertontonkan ada lho pejabat dengan karakter terpuji dan melayani. Sekarang kita berupaya menghilangkan mematahkan stigma bahwa PNS birokrat pasti korup pasti males. Nggak, saya yakin banyak yang baik-baik, bagus-bagus".