Rabu, 25 November 2015 – 19:16 WITA Telah dibaca 382 kali

Kerja Sama Intelijen RI dengan Australia Perlu Diwaspadai

Presiden Joko Widodo dan PM Australia selfie di Pasar Tanah Abang.

SUARAMANADO, Nasional, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull meminta Indonesia lebih sering berbagi data intelijen demi mencegah munculnya serangan teroris seperti yang terjadi di Paris, Prancis, pada 13 November lalu.

Australia akan mengutus jaksa agungnya ke Indonesia demi meningkatkan kerjasama intelijen.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Charles Honoris melihat langkah yang dilakukan Autralia sebagai strategi yang wajar. Akan tetapi ia tetap mengingatkan pemerintah soal dampak di balik kerjasama.

"Aparat intelijen kita harus waspada agar kerjasama tersebut tidak membahayakan kepentingan nasional kita", kata Charles kepada VIVA.co.id, Kamis 26 November 2015.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengingatkan berbagai peristiwa lalu di antaranya penyadapan terhadap pejabat Indonesia.

"Jangan lagi goodwill pemerintah kita untuk melakukan pertukaran intelijen malah ditunggangi intelijen Australia untuk memata-matai kita. Ingat, Australia pernah melakukan penyadapan terhadap beberapa tokoh RI beberapa waktu lalu", tegasnya.

Menurut dia, Indonesia dan Australia punya kepentingan sama memberantas jaringan teroris global dan kejahatan transnasional.

"Selama kerja sama ini demi kepentingan yang sama dan menguntungkan kedua belah pihak menurut saya pertukaran intelijen itu tidak ada masalah", tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia sempat mengkaji ulang kerjasama pertukaran informasi dan intelijen dengan Amerika Serikat (AS) dan Australia. Dua negara ini sebelumnya, diberitakan melancarkan aksi spionase dengan menyadap Indonesia.