Rabu, 26 Februari 2014 – 14:12 WITA Telah dibaca 419 kali

Reaksi Politisi Atas Moratorium Iklan Kampanye dan Politik

Bambang Soesatyo, Politis Partai Golkar

SUARAMANADO, Nasional: Komisi I DPR serta gugus tugas pengawasan dan pemantauan pemberitaan, penyiaran, dan iklan kampanye pemilihan legislatif yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum, Komisi Penyiaran Indonesia, Badan Pengawas Pemilu, dan Komisi Informasi Pusat, sepakat menerapkan moratorium iklan kampanye dan iklan politik di media massa, Selasa 25 Februari 2014.


Keputusan ini mendapat sambutan beragam dari kalangan politisi, Rabu 26 Februari 2014. Politisi Golkar Bambang Soesatyo berpendapat, moratorium iklan kampanye dan politik itu sangat merugikan seluruh partai peserta Pemilu 2014. "Bukan hanya Partai Golkar yang dirugikan. Partai lain pun mengalami kerugian yang sama", kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta.

Apapun, Golkar akan mematuhi aturan tersebut meski harus kehilangan masa kampanye. "Waktu kampanye tinggal beberapa hari lagi, yakni 6 Maret. Kami ikuti saja keputusan tersebut. Nanti tanggal 6 Maret kami genjot lagi", ujar Bambang.

Sementara Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, moratorium merupakan keputusan politik untuk membantu kerja Bawaslu. Namun ia mempertanyakan efektivitasnya.

"Apakah efektif akan diikuti oleh parpol untuk tidak beriklan di media massa dan elektronik? Saat ini terjadi banyak penafsiran soal iklan parpol di media cetak dan elektronik, apakah itu kategori iklan kampanye atau iklan layanan masyarakat. Karena sebuah parpol dikatakan berkampanye melalui iklan jika mengutarakan visi, misi, program partai, dan ajakan memilih parpol", kata Yoga.

Persoalan sesungguhnya dari moratorium itu, kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga, adalah apakah aturan tersebut bisa berlaku dengan benar dan konsisten. "Kalau aturan ini dijalankan, harus jelas batasan apa yang dikategorikan mengiklankan diri atau mengajak masyarakat untuk memilih partai maupun pribadi yang akan maju menjadi calon di Pilpres mendatang", ujar dia.

Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, berharap moratorium iklan kampanye dan politik akan membuat seluruh partai bersaing dengan sehat. "Saya yakin Demokrat tetap menang pemilu", ujarnya. (umi)