Senin, 11 Februari 2013 – 16:48 WITA Telah dibaca 1264 kali

Tutup HPN di Manado

SBY: Manado Tanah Tuhan

Sambutan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono

SUARAMANADO, Manado. Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutannya saat menutup HPN diantaranya mengatakan, bahwa Manado merupakan daerah yang sangat diberkati.

"Manado Tanah Tuhan karena banyak berkat, pertumbuhan ekonomi melebihi pertumbuhan nasional. Manado akan menjadi gateway internasional",kata SBY dihadapan ribuan peserta HPN.

Lebih lanjut, menurut Presiden RI ini, kawasan timur Indonesia akan mejadi zone terdepan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Manado akan menajadi sentra perdagangan ekonomi di asia timur.

Karena itu, SBY menghimbah agar masyarakat Manado yang original ramah, relegius agar tetap dijaga dan dilestarikan. di ere demokrasi, menurut SBY, pemegang kekuasaan hendaknya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. "Ambil kutipan Napoleon bahwa pena lebih tajam dari pedang, jadi pena wartawan hendaknya mematikan kejahatan dan menghidupkan kebaikan. Jangan disalahgunakan alat sakti mandraguna ini",ujar SBY mengingatkan.

Presiden RI DR. Susilo Bambang Yudoyono

SBY mengajak bagi yg memegang kekuasaan baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif untuk bisa memanfaatkan pers dengan benar. Ia juga mengharap presiden RI berikut yang akan terpilih baik yg ada di ruangan ini atau di luar agar menjadi pemimpin yang terbaik sesuai pilihan rakyat. "Jangan salah baca, jangan salah hitung bagi calon presiden berikut. Selamat berjuang, belajar membaca hati nurani rakyat yg terkadang tidak muncul di media masa",tandasnya.

Menurut SBY, pers sudah ada kode etik dan aturan moral, ada undang-undang dan ada aturan main secara internasional, jadi insan pers tidak kebal hukum dan memiliki hak yang sama seperti warga lain dihadapan hukum. SBY berharap pers ikut secara aktif dan konstruktif dalam pemilu agar terjadi demokrasi yang bermartabat. Berikan ruang yang cukup dan adil bagi semua peserta pemilu, demikian harapan SBY kepada pers dan pemilik media. Jangan sampai rakyat kita memilih calon kucing dalam karung. "Semua media itu adalah milik rakyat, bukan milik para peserta peserta pemilu",tutup SBY.

Tak lupa pula, Presiden SBY memberikan apresiasi kepada dua tokoh SULUT Alex dan Frans Mendur atas pengabdian dan kepahlawanan yang ditunjukan pada saat kemerdekaan RI.