Selasa, 18 Juli 2017 – 21:02 WITA Telah dibaca 60 kali

Membacakan Buku Untuk Anak Lebih Baik Daripada Memberinya Smartphone

Orang tua dapat membantu anak memahami karakter dalam buku, atau menjawab pertanyaan anak tentang kehidupan dan alam semesta

SUARAMANADO, Nasional: Saat ini, smartphone dan tablet telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Desain yang sedemikian rupa membuatnya mudah digunakan, bahkan oleh anak-anak sekali pun.

Beberapa orang tua mulai memperkenalkan smartphone dan tablet kepada anak-anaknya. Misalnya, untuk membaca melalui buku digital (e-book) karena praktis dan mudah dibawa ke mana saja.

Namun sejatinya, membaca buku fisik lebih efektif dalam menambah ilmu pengetahuan anak ketimbang membaca e-book.

Shane Bergin, ahli Fisika dan Pendidikan University College Dublin mengatakan, membaca buku fisik memberikan manfaat lebih baik bagi anak dalam menyerap pengetahuan, dan memicu keingintahuan anak. Apalagi, jika orang tua bersedia meluangkan waktu untuk membacakan cerita kepada anaknya.

"Kekuatan membaca dengan orang lain adalah Anda bisa menguji beberapa gagasan Anda tentang dunia", ujar Shane Bergin.

Dia menjelaskan, ketika orang tua membaca untuk anak-anaknya, orang tua tidak hanya menyampaikan informasi faktual tentang plot cerita. Mereka juga dapat membantu anak memahami karakter dalam buku, atau menjawab pertanyaan anak tentang kehidupan dan alam semesta.

Interaksi antara orang tua dan anak inilah yang paling berarti bagi Bergin. Pendekatan melalui interaksi ini dikenal sebagai "bacaan dialogik" yang tidak mungkin bisa dilakukan jika membaca sebuah cerita melalui smartphone dan tablet.

Jika membacakan cerita melalui e-book, lanjut Bergin, interaksi antara orang tua dan anak terbatas karena hubungan mereka lebih terhubung ke perangkat gadget. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa orang tua yang menggunakan e-book menghabiskan lebih banyak waktu untuk memberi instruksi kepada anak-anaknya tentang cara menggunakan perangkat ketimbang membacakan isi cerita.

"Tekan itu, pegang seperti ini, daripada terlibat dengan ceritanya", kata Bergin.

Penggunaan gawai secara terus-menerus dikhawatirkan hanya akan menambah kepandaian anak mengoperasikan gawai. Namun seiring berjalannya waktu, anak akan kehilangan kesempatan melatih emosi, belajar berempati, berimajinasi, dan hasrat yang tak terpuaskan untuk bertanya mengapa, yang hanya didapatnya jika membaca buku fisik.

Melihat manfaat membaca buku fisik, alangkah bijak jika orang tua mulai mengurangi interaksi anak dengan gawai. Sebaliknya, dorong anak untuk menyukai membaca buku. Berikan contoh dan dampingi ia saat membaca buku kesukaannya.

Buku memang gudang ilmu pengetahuan. Sayangnya, tidak semua orang berkesempatan membaca buku akibat keterbatasan finansial dan minimnya akses memeroleh buku.

Kondisi demikian banyak ditemui di berbagai daerah pelosok Indonesia. Penyebaran buku yang belum meratamenyebabkan anak-anak kehilangan kesempatan menimba ilmu dari buku.

Beruntung, kini ada gerakan #BukuUntukIndonesia yang membantu membuka akses ketersediaan buku bagi anak-anak Indonesia.

Anda pun dapat berkontribusi dalam gerakan #BukuUntukIndonesia. Caranya, kunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke laman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.

Dengan berbagi minimal Rp100 ribu, Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku, dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.