Rabu, 5 Maret 2014 – 11:22 WITA Telah dibaca 675 kali

Siswa Penerima BSM Tidak Harus Miliki Saldo di Rekening

Moh Nuh

SUARAMANADO, Nasional: Para anggota dewan di Komisi X DPR RI memberikan masukan terkait dengan pemotong-pemotongan terhadap Bantuan Siswa Miskin (BSM). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh menjelaskan penggunaan sebenarnya BSM pada rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, di ruang rapat komisi X DPR RI, Jakarta, Selasa (04/03/2014).

Mendikbud menjelaskan, BSM merupakan milik personal dan transaksinya merupakan transaksi personal, dan bukan transaksi kolektif. Setelah dicermati penyalurannya dari pengalaman yang ada, terdapat tiga kelemahan dalam penyaluran, yaitu fase rekrutmennya, yaitu dalam hal mencari siapa yang akan menjadi kandidat penerima BSM, kemudian fase pengolahan data yang sudah direkrut, dan fase titik penyaluran dari penyalur ke siswa.

"Banyak persoalan dari penyalur ke siswa penerima BSM, menjadi banyak pintu sehingga terjadi adanya potongan melalui pengumpulan, dan sebagainya", ujar Mendikbud.

Mendikbud mengatakan, setelah melalui pemilihan bank penyalur, Kemdikbud pun membuat kesepakatan dengan bank penyalur yaitu BRI. Kesepakatan itu adalah adanya jaminan bahwa transaksi BSM merupakan transaksi personal dan bukan transaksi kolektif, dan setiap siswa tidak diharuskan meninggalkan saldo. Sehingga siswa penerima BSM bisa mendapatkan haknya dengan utuh.

Untuk anak-anak yang tinggalnya sangat jauh, Mendikbud mengatakan, BRI akan mengantarkan sampai ke tempat anak tersebut. "Mudah-mudahan catatan kelemahan dari penyaluran BSM itu dapat direduksi", tutur Mendikbud. (Seno Hartono)