Sabtu, 7 Maret 2015 – 02:53 WITA Telah dibaca 413 kali

Faisal Basri: di Malaysia, Haram Pakai Bensin Premium

Pertamina

SUARAMANADO, Internasional: Pengamat Ekonomi sekaligus Ketua Tim Pemberantasan Mafia Migas Faisal Basri menyindir pemerintah terkait penggunaan bensin jenis premium. Premium yang memiliki kadar Ron 88 dinilai sudah susah ditemui di pasar minyak dunia, bahkan negara tetangga Malaysia sudah tidak menjual bensin Ron 88 kepada warganya.


Malaysia menjual bensin dengan kadar Ron 95 yang setara dengan Pertamax Plus. "Malaysia haram pakai premium. di Indonesia paling jelek ron 88", kata Faisal saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu (7/3/2015).

Meski menjual bensin Ron 95, harga jual hampir setara dengan premium Ron 88 yang dijual di Indonesia. Padahal kualitas bensin Ron 95 jauh meninggalkan premium.

"Yang dijual di sana setara Pertamax Plus cuma harganya sekitar Rp 6.976, sedangkan di Indonesia bisa Rp 9.250. Kan ini kebangetan banget", ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Faisal menyinggung tentang impor BBM. Ia menyebut Indonesia, melalui Petral, mengimpor minyak dengan Ron 88.

Padahal di pasar minyak dunia, BBM Ron 88 sudah sangat langka. Artinya pihak penjual kemudian melakukan blending untuk menurunkan BBM Ron 92 menjadi Ron 88. Proses ini dilakukan di luar negeri meskipun bahan blending, yakni naptha, berasal dari Indonesia.

"Kemudian Ron 88, di pasar dunia nggak ada. di-blending di Singapura, blending dengan naptha dan ron 92. Naptha-nya dari Indonesia", ujarnya.