Jumat, 4 Agustus 2017 – 00:01 WITA Telah dibaca 26 kali

Menkominfo dan Google Sepakat Tangkal Konten Negatif

Pertemuan Google dan Menkominfo

SUARAMANADO, Nasional: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara melakukan pertemuan dengan perwakilan Google. Kedua belah pihak sepakat bekerjasama menangkal konten radikalisme dan terorisme di semua layanan Google.

Menkominfo mengatakan selama ini pihaknya cukup sulit berkoordinasi dengan pihak Google bilamana ditemui konten negatif. Tapi kedepannya, semua akan dilakukan lebih cepat.

"Penanganan konten negatif di YouTube masih pakai email. Tapi akhir Juli ini, Google beserta Kominfo akan menerapkan suatu sistem yang bernama trusted flagger", kata Rudiantara saat menggelar konferensi press di Kantor Kominfo, Jumat (4/8/2017).

Lewat trusted flagger ini, masyarakat bisa memberi tanda pada konten yang tidak diperbolehkan di Indonesia. Kemudian Google akan menganalisis dan ditindaklanjuti.

"Kami berkerjasama dengan kementerian akan melatih apakah flagger (masyarakat yang memberi tanda pada konten), benar dalam memberikan laporan. Selain itu ada juga local expertise yang memahami konten", kata Ann Lavin, Director, Public Policy & Government Affairs Southeast Asia and Greater China, Google Asia Pacific di tempat yang sama.

Trsted flagger sendiri sudah tersedia secara global. Tapi baru beberapa negara yang mengaplikasikannya.

"Program ini masih baru. Sudah diterapkan di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa. Tapi di Asia Pasifik, Indonesia menjadi pertama", kata Ann.

Selain trusted flagger, Google dan Kominfo akan menerapakan sistem bernama legal removals, yaitu menghapus konten yang melanggar hukum. Tujuannya untuk membantu penegakan hukum di Indonesia.

Setelah bertemu dengan pihak Google, rencananya Menkominfo akan bertemu dengan perwakilan Twitter Indonesia. Saat berita ini diturunkan, pertemua tersebut masih berlangsung.