Minggu, 30 Juli 2017 – 22:59 WITA Telah dibaca 45 kali

Tanpa SDM Andal, Mustahil Investor Lirik Startup Lokal

Alamanda Shantika Santoso, Founder Binar Academy.

SUARAMANADO, Nasional: Mengembangkan calon wirausahawan muda di bidang digital (technopreneurs), tak hanya membutuhkan dukungan finansial yang kuat saja. Namun dukungan pelatihan dan peningkatan kemampuan sumberdaya manusia (SDM) juga memegang peran yang sangat krusial bagi keberhasilan calon technopreneurs muda di Indonesia.

Ajang NextDev dan NextDev Academy dinilai Alamanda Shantika Santoso, Founder Binar Academy, sangat bagus untuk memberikan pelatihan dan meningkatkan kemampuan bagi anak muda Indonesia yang tertarik untuk terjun dalam industri digital. Amanda menjelaskan dalam NextDev dan NextDev, peserta diberikan kurikulum yang sangat advance.

Diharapkan dengan adanya materi yang advance, dapat menggembangkan kemampuan serta bakat calon technopreneurs. Lebih lanjut mantan pentolan Gojek ini menjelaskan, kurikulum yang diberikan di NextDev dan NextDev Academy dinilai belum pernah diajarkan di inkubator sejenis yang memiliki program menciptakan entrepreneur di bidang digital di Indonesia.

"Banyak sekali frame work yang dipakai oleh konsultan dunia diajarkan di NextDev dan NextDev Academy. Tujuannya adalah untuk membentuk pola pikir dan mental peserta. Sehingga nantinya technopreneurs muda jebolan NextDev dan NextDev dapat membantu memberikan kontribusi positif social impact yang besar pada pemerintah", jelas Alamanda, dalam keterangannya, Senin (31/7/2017).

Dari pengamatan Amanda saat ini, yang terjadi adalah banyak technopreneurs yang memiliki ide hanya untuk membuat aplikasi. Namun menurutnya, ketika memiliki ide untuk membuat aplikasi, harus diikuti oleh pembentukkan tim yang sangat kuat. Tim tersebut seperti tim digital marketing dan IT. dengan tim yang kuat, potensi startup untuk dapat maju sangatlah besar.

"Knowledge untuk mengeksekusi ide offline menjadi online ini yang saat ini dibutuhkan oleh startup. dan itu kendala yang masih kerap ditemui oleh pelaku startup di Indonesia. Tidak bisa membuat aplikasi itu hanya diserahkan sepenuhnya kepada vendor. Kita harus membangun tim yang kuat. Sehingga membuat aplikasi itu tak hanya sekadar membuat aplikasi saja. Pendidikan serta membentuk pola pikir ini sangatlah penting", paparnya.

Amanda memprediksi potensi pertumbuhan industri digital dan tumbuhnya startup di Indonesia masih sangat besar. Besarnya potensi industri digital dan startup di Indonesia inilah yang harus ditangkap oleh calon technopreneurs Indonesia.

Saat ini banyak investor manca negara yang sudah mulai melirik potensi industri digital dan startup dengan cara membiayai melalui venture capital. Namun potensi yang besar tersebut tak akan berdampak apapun jika SDM technopreneurs Indonesia tak siap.

"Makanya dengan ajang NextDev dan NextDev Academy, saya menginginkan agar startup dan technopreneurs muda Indonesia tidak salah jalan. Ajang NextDev dan NextDev Academy ini membuat startup yang belum mature menjadi terangkat. Itu tantangan terbesar dalam event NextDev dan NextDev Academy Jika tak ada SDM yang bagus, maka tak ada startup yang ‘dilirik’ investor", pungkas Alamanda.