Jumat, 1 April 2016 – 01:42 WITA Telah dibaca 944 kali

Dark Fiber Antara Berkat dan Bencana

Mangkey, Indonesia Perlu Ada Kepres Tentang Dark Fiber

Lucky Mangkey, SE, M.Kom, Kepala Hubmas APTIKOM Pusat

SUARAMANADO, Nasional: Saat ini pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya membangun Ekonomi Digital. Pertemuan antara penjual dan pembeli dilaksanakan di media yang bernama Fiber Optik (FO). Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, President Jokowi sampai berkunjung ke Negara Paman Sam di markas besar perusahaan raksasa IT dengan membuat kesepakatan-kesepakan yang menurut pendapat banyak orang intinya adalah ATM (Amati Tiru dan Modifikasi). Apa pendapat dari akademisi dan entrepreneur yang bergerak di dunia Informasi Teknologi dan Komunikasi TIK.

Fiber Optik (FO) merupakan saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam Fiber Optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi Fiber Optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Dark Fiber adalah istilah yang umum dipakai pada komunikasi Fiber Optik, dan dipakai untuk merujuk pada lembaran (core) Fiber Optik single mode yang sudah terpasang tetapi ujung-ujungnya sama sekali belum terhubung ke perangkat apapun atau belum ada signal ataupun aliran elktromagnetik.

Setiap operator telekomunikasi yang menggunakan Fiber Optik (FO) sebagai media transmisi biasanya menyedian Dark Fiber untuk kebutuhan darurat untuk cadangan atau untuk pengembangan dan ekspansi jaringan di masa yang akan datang. Ada juga perusahaan menjual kepada perusahaan sejenis yang mengelola telekomunikasi dengan harga yang sangat tinggi dengan alasan investasi penarikan kabel yang rumit karena harus melewati darat dan laut. Alasan lain mereka mematok harga yang tinggi karena merasa takut tersaingi karena perusahaan pesaing akan menggunakan produk yang mirip dengan menggunakan Dark Fiber tersebut.

Satu pasang Dark Fiber sebenarnya bisa digunakan untuk melewatkan >100 berkas sinar laser yang masing-masing berkapasitas 40–100 Gbps sekitar 4 Tbps atau setara dengan penggunaan telpon oleh semua penduduk di Indonesia secara bersamaan dengan menggunakan audio kompresi terbaik dengan suara yang sangat jernih.

Menurut data dari Kominfo Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya. Pembangunan jaringan serat optik nasional, yang akan menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur). Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 KM yang terdiri dari sub marine cable sejauh 3.850 km dan land cable sepanjang 600 KM dengan landing point sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten.

Sumber dari Wikipedia menjelaskan bahwa proyek Palapa Ring dimulai dengan penandatangan hasilkonsorsiumuntuk pembangunan jaringan serat optik di Kawasan Indonesia Timur (KIT) pada Jumat5 Juli2007oleh tujuh operator telekomunikasi. Perusahaan operator telekomunikasi yang terlibat ituPT. Bakrie Telecom Tbk,PT. Excelcomindo Pratama Tbk,PT. Indosat Tbk,PT. Infokom Elektrindo,PT. Macca System Infocom,PT. Powertek Utama Internusa, dan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Pembangunan serat optik di KIT adalah sepanjang 10.000 kilometer yang dimulai pada2008dan memakan biaya Rp 4 triliun.

Setelah itu, tender Palapa Ring skala nasional dibuka kembali oleh pemerintah padaOktober2007 yang sebelumnya di dahului oleh penyelesaian dokumen tender pada September. Setelah penandatanganan kontrak dengan para pemenang tender padaNovember2007, pembangunan dilakukan pada pertengahan 2008 dan diprediksikan selesai2013.

Sayang sekali sampai akhir tahun 2015 proyek ini belum bias rampung dan yang menanggung kerugian adalah masyarakat dan bangsa Indonesia. Kita ketinggalan dibandingkan dengan Negara-negara lain. Indonesia sendiri yang sudah menandatangani kesepakan ICT Summit menjanjikan bahwa sampai ahir tahun 2015 internet di Indonesia sudah masuk di seluruh desa di Indonesia.

Lebih parah lagi, biaya Internet di Indonesia terbilang mahal serta kualitas yang tidak bagus. Hanya orang-orang tertentu yang dapat menikmati internet pita lebar atau Broadband. Untuk kualitas enterprise di daerah kawasan timur Indonesia per 1 Mbps masih dijual di angka 2–7 juta rupiah. Untuk harga khusus bagi institusi pendidikan per 1 Mbps enterprise berada di kisaran 2,5 juta. Persoalannya FO kebanyakan hanya tiba di kota atau pusat kabupaten, sehingga perlu ada operator penyedia jasa internet lokal yang dapat mendistribusikannya ke desa. Biaya tersebit di atas bagi dunia pendidikan masih terbilang mahal dan susah dijangkau.

Menurut Lucky Mangkey, SE, M.Kom, Kepala Hubmas, Sistim Informasi dan Infrastruktur APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) Pusat bahwa 1 Mbps enterprise itu dapat melayani 50–70 siswa di kampus utuk mencari informasi dan referensi. Namun jika ada yang menonton film di Youtube dengan kualitas tinggi (HD) maka 1 Mbps tersebut hanya dipakai oleh satu orang siswa. Institusi akan menjadi sulit karena harus menyediakan internet yang memadai bagi siswa dengan biaya yang tinggi. Konten-konten pendidikan rata-rata menggunakan materi E-Learning berupa video dan audio baik siaran tunda maupun siaran langsung (Live Streaming) sehingga tidak mungkin 1 sekolah hanya memiliki kecepatan akses internet 1 Mbps.

Menurut Mangkey, Dark Fiber ini menjadi solusi sebab jika memanfaatkan ini akan menjadi berkat bagi dunia pendidikan sementara jika dibiarkan akan menjadi bencana gelap gulita bagi anak bangsa karena susah mengakses data dan informasi. Semboyan Habis Gelap Terbitlah Terang akan manjadi Habis Gelap Tetap Gelap.

Lanjut menurut mantan Rektor Universitas Nusantara ini berharap, mudah-mudahan pemerintah melalui presiden Jokowi dapat menerbitkan Kepres " Dark Fiber " untuk kemaslahatan bangsa kita. Berkaca pada Negara-negara lain, Operator Telekomunikasi wajib memberikan Dark Fiber mereka untuk dunia pendidikan. Saat ini yang harus diinvestasi adalah sumber daya manusia dulu dengan memberikan internet yang sangat murah atau gratis ke sekolah-sekolah dengan Dark Fiber. Kalau Perusahaan besar wajar dong jika harus membayar internet karena mereka orientasinya pasti bisnis yang sudah pasti ada anggaran internetnya. Ditanya, apakah pemerintah perlu memasukan pihak asing untuk memberikan Fiber Optik gratis? Mangkey mewanti-wanti agar pemerintah harus cerdas dan cermat karena ini akan berhubungan dengan keamanan dan kedaulatan NKRI. Sumber daya dan kekayaan kita cukup besar, harusnya kita bisa membiaya sendiri, asal jangan di korupsi aja.

Untuk melaksanakan cita-cita membangun ekonomi digital kemungkinan besar akan menjadi kenyataan jika Kepres tentang Dark Fiber ini dikeluarkan sejak dini. Untuk membangun ekonomi digital, kita perlu Sumber Daya Manusia yang baik sementara saat ini akses internet di sekolah-sekolah sangat minim. Jika pemerintah tidak mengambil langkah bijak untuk menyiapkan internet ke dunia pendidikan, Sumber Daya Manusia kita akan kalah bersaing maka Indonesia hanya akan terus berbangga sebagi pengguna media sosial terbesar di dunia.

Pemerintah Indonesia akan bekerja berdasarkan isu di medsos yang akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang tidak produktif karena pegawai-pegawainya yang sibuk update status bukan berpikir keras dan bekerja untuk perusahaan. Ekonomi Digital Indonesia bukan dirasakan oleh bangsa sendiri tapi dinikmati oleh predator raksasa-raksasa sartup dari negara lain, demikian tutup Mangkey.