Selasa, 30 Juni 2015 – 04:16 WITA Telah dibaca 694 kali

Kompor Gas Otomatis Karya Mahasiswa UGM

SUARAMANADO, Nasional: Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan kompor gas otomatif yang bisa disetel menggunakan remote control. Penggunaan remote control ini bisa meminimalkan terjadi kebakaran bila lupa mematikan.


Kompor gas otomatis ini dinamakan Automatic Gas Stove for Safety atau Agos. Lima mahasiswa itu adalah Muh. Rifai, Budi Azhari, Kukuh Daud P, Hisyam serta Aries Budi Z. Empat mahasiswa dari jurusan Teknik Elektro dan satu orang yakni Aries Budi mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi MIPA UGM.

Menurut Hisyam, Agos mulai dikembangkan pada tahun 2014. Hal itu didasari banyaknya kejadian kompor meledak karena kelalaian pengguna untuk mematikan. Dia bersama teman-temannya kemudian mencoba mendesain kompor yang mampu memberikan keamanan bagi para penggunanya.

"Saat ini memang sudah ada beberapa model kompor di pasaran yang menerapkan teknologi timer, tetapi pilihan pengaturan waktunya masih terbatas dan kurang praktis", ungkap Hisyam kepada wartawan di kampus UGM, Selasa (30/6/2015).

Menurut dia, kompor Agos dapat dioperasikan dalam 3 pilihan mode yaitu manual, otomatis dan menggunakan timer. Pada mode manual pengaturan kompor layaknya kompor gas pada umumnya. Sementara pada mode otomatis mekanisme pengoperasian berdasarkan ada tidaknya peralatan memasak di atas tungku.

Saat menggunakan mode otomatis lanjut dia, kompor akan menyala saat ada peralatan memasak di atas tungku dalam jangka waktu tertentu. Namun jika tidak ada peralatan memasak di atas tungku ataupun peralatan sudah dipindahkan setelah selesai masak maka kompor akan mati secara otomatis.

"Mode ini bisa dipilih untuk meminimalisir risiko kecelakaan kompor meledak karena pengguna lupa mematikan kompor", katanya.

Selain itu, Agos juga bisa dioperasikan dengan mode timer. dengan mode ini pengguna bisa mengatur lama nyala kompor serta besar kecilnya api secara digital. Pengaturan waktu dan level nyala api dilakukan dengan menggunakan remote control wireles.

Menurutnya ini berbeda dengan kompor gas konvensional, pengaturan waktu pada kompor ini bisa lebih leluasa karena pengguna bisa langsung mengatur berapa lama waktu nyala api melalui remote control.

"Saat ini masih dalam pengembangan dan evaluasi, ke depan baru dipikirkan untuk proses produksi massal", pungkas Hisyam.

Kompor Gas Otomatis Karya Mahasiswa UGM