Rabu, 19 Juli 2017 – 02:32 WITA Telah dibaca 354 kali

dengan Kopi, Lawan Korupsi

SUARAMANADO, Nasional: "Wahai para wakil kami, telah kami sampaikan harapan negeri, sejuta kasih atas keberhasilan ini, kami wakilkan kekayaan kami, kalian wakilkan istana kencana kami, kesejahteraan bersatu dalam satu jua, jua kebersamaan tuk saling berkorupsi, saling lindung dari jeruji besi, berselimutkan undang-undang negeri, jayalah surga duniawi, yakinkan kekecewaan kami, kalian wakil-wakil kami di neraka nanti".

Kegeraman atas tingkah polah politisi negeri ini tertuang dalam puisi karya Asmoro Al Fahrabi itu dibawakan oleh Vikar Rui Eda, salah satu personil komunitas musik Rangkaian Bunga Kopi. Berbekal setumpuk kopi dan seperangkat alat musik seperti gitar, seruling dan gitar, lantunan lagu dan orasi silih berganti diperdengarkan di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (17/7). Pesan yang mereka sampaikan tersirat jelas, yaitu mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kopi yang mereka pilih sebagai simbol perjuangan memiliki filosofi tersendiri. Minuman berwarna gelap ini seringkali menjadi medium perekat sosial antar manusia, hadir dalam beragam ruang dan waktu, termasuk peristiwa korupsi. Vikar mencontohkan, tak sedikit koruptor yang merancang korupsi sambil minum kopi, bahkan ada pula yang ditangkap di warung kopi. "Bukan kopinya yang salah. Yang salah manusianya yang terlalu tamak dan serakah", katanya.

Fungsional Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Insan Fahmi sebagai perwakilan KPK menerima dan mengapresiasi pesan yang disampaikan komunitas ini. "Pemberantasan korupsi memang tidak bisa hanya oleh KPK saja, kita semua harus terlibat. Baik menggunakan medium apa pun termasuk salah satunya ini melalui musik dan minuman kopi", katanya.

Melalui musik dan dan sengkewe (istilah daerah Gayo untuk kopi), komunitas ini optimis korupsi dapat diperangi. Sejumlah aksi seni dengan tajuk Kopi Penolak Korupsi telah mereka gelar di beberapa daerah, antara lain Yogya, Bali, Manado dan Aceh.