Selasa, 18 Juli 2017 – 21:09 WITA Telah dibaca 254 kali

Cemas Wiranto Soal Ideologi Teror Yang Merambah Anak-anak

Menkopolhukam Wiranto

SUARAMANADO, Nasional: Ada kecemasan yang disampaikan Menko Polhukam Wiranto ketika memberikan sambutan saat menghadiri Ulang Tahun Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) ke 7 di Markas BNPT Hambalang, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, Senin 17 Juli 2017 kemarin. Kecemasan yang kemudian disampaikan dalam bentuk peringatan kewaspadaan itu, terutama menyangkut ideologi teror yang kini merambah anak-anak.

Wiranto mencemaskan soal penggunaan teknologi informasi atau cyber yang kini banyak digunakan kelompok radikal untuk menyebarkan ideologi teror, terutama kepada anak-anak di bawah umur. Menurut Wiranto, penyebaran informasi, faham serta kaderisasi radikal yang dilakukan kelompok teroris sudah merambah berbagai lini. "Mereka membangun opini, mengunakan teknologi internet" kat Wiranto. Mereka, kata Wiranto, memasukkan ideologi teror dan sesat kepada remaja. "Bahkan dengan internet, mereka mengajarkan masyarakat membuat bom" kata Wiranto.

Karenanya, jika kemudian pemerintah memblokir telegram, semata bukan mencari sensasi, usil dan kurang kerjaan. Namun bertujuan untuk menghadang aktivitas kelompok teroris di Indonesia, yang menggunakan telegram sebagai fasilitas komunikasinya.

Menurut Wiranto, kelompok teroris kini mengincar remaja, pelajar bahkan anak di usia kanak yaitu taman kanak-kanak untuk memegang dan menggunakan senjata api, "Banyak tayangan-tayangan bukti kesadisan kelompok ini mengajarkan anak-anak cara menyembelih", kata dia.

Karenanya juga, Wiranto mewanti-wanti tim antiteroris di lembaga ini, lebih bekerja keras di usianya yang ketujuh tahun. "Saat ini teroris menjadi ancaman yang sangat besar bukan hanya di Indonesia tapi dunia", kata dia.

Sehingga peran BNPT sangat penting dan sering diundang dalam pertemuan-pertemuan dengan beberapa negara, baik tingkat regional, multilateral, dan sekala sekala internasional, "Saya bersama Kepala BNPT, Bapak Suhardi Alius sering diundang dalam berbagai pertemuan, karena peran Indonesia dalam memerangi tetorisme", kata dia.