Minggu, 9 Juli 2017 – 21:09 WITA Telah dibaca 69 kali

Dua Terdakwa E-KTP Bacakan Nota Pembelaan Hari Ini

Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi e-KTP akan Membacakan Nota Pembelaan hari ini.

SUARAMANADO, Nasional: Dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Irman dan Sugiharto akan membacakan pledoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (10/7). Keduanya akan membacakan pledoi masing-masing secara bergantian.

Salah satu kuasa hukum terdakwa, Waldus Situmorang mengatakan, dalam pledoi tersebut, kedua terdakwa akan menjelaskan proses penganggaran dan pengadaan proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.

Rencananya, sesuai jadwal, sidang pembacaan pledoi akan dimulai pukul 10.00 WIB.

"Secara garis besar pledoi akan menjelaskan soal penganggaran dan pengadaan. Termasuk aliran dana", ujar Waldus saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Waldus mengatakan, isi pledoi itu mencapai sekitar 1.000 halaman. Namun, katanya, isi pledoi tersebut tidak akan dibacakan seluruhnya.

Dalam sidang sebelumnya, Irman dan Sugiharto dituntut masing-masing tujuh dan lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Terdakwa Irman juga dikenai pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar US$273.700, Sin$6.000, dan Rp2,4 miliar.

Sementara Sugiharto dikenai pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar Rp500 juta.

Dalam tuntutannya, jaksa mempertimbangkan berbagai hal, di antaranya perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan dampak perbuatan keduanya masih dirasakan sampai saat ini dengan banyaknya masyarakat yang belum memiliki e-KTP.

Selain itu, Irman yang ketika itu menjabat Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, dinilai memiliki otoritas untuk mencegah terjadinya kejahatan. tapi, dia tidak melakukan pencegahan terhadap Sugiharto, yang kala itu menjabat Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

Sedangkan hal yang meringankan hukuman yakni terdakwa tidak pernah dihukum sebelumnya, menyesali perbuatannya, dan baik Irman maupun Sugiharto berstatus sebagai justice collaborator dalam perkara ini.