Kamis, 6 Juli 2017 – 20:22 WITA Telah dibaca 284 kali

Pelapor Kaesang: Wakapolri Melanggar Kode Etik

Muhammad Hidayat Situmorang, pelapor ujaran kebencian oleh Kaesang Pangarep

SUARAMANADO, Nasional: Muhammad Hidayat Situmorang menyatakan Wakapolri Komjen Syafruddin tak berwenang menghentikan kasus yang menyeret Kaesang Pangarep. Menurutnya, yang berhak menghentikan kasus putra bungsu Presiden Joko Widodo itu penyidik.

"Keputusan dari siapa? Wakapolri tak berwenang memutuskan perkara, dia bukan penyidik", kata Hidayat saat dihubungi Kamis 6 Juli 2017.

Hidayat mengatakan, pernyataan Syafruddin yang menyebut laporannya mengada-ada telah melampui kewenangannya sebagai wakapolri. Bahkan, Syafruddin dianggap telah melanggar kode etik saat menyebut kasus itu tak memenuhi unsur pidana.

Dia mendesak Divisi Propam termasuk Kompolnas segera memeriksa Syafruddin. "Dia layak diperiksa Dewan Kehormatan Perwira atau oleh Kompolnas", kata Hidayat.

Syafruddin mengatakan kasus yang melibatkan Kaesang Pangarep tak bisa dilanjutkan. Sebab, ia menilai kasus yang diduga mengandung unsur penodaan agama ini terlalu mengada-ada.

"Enggak ada kaitannya sama sekali. Enggak ada unsurnya itu. Tidak ada proses", kata Syafruddin.

Hidayat melaporkan Kaesang dengan tuduhan ujaran kebencian dan penodaan agama. Warga kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara, itu melaporkan Kaesang ke Polresta Bekasi.

Kaesang diduga menyebarkan ujaran kebencian saat mengunggah video blog (vlog) di akun pribadinya di YouTube. Vlog berjudul #BapakMintaProyek itu dia unggah pada 27 Mei 2017.

Salah satu ujaran yang dipersoalkan Hidayat dalam vlog itu adalah kata ‘kafir’ dan ‘ndeso’. Kata itu keluar saat Kaesang membahas pemidanaan terhadap eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.