Kamis, 12 Januari 2017 – 00:22 WITA Telah dibaca 734 kali

Polisi Selidiki Kemungkinan Amirullah Diracun dan Dibekap di STIP

SUARAMANADO Jakarta - Jasad Amirullah Adityas Putra telah selesai menjalani autopsi di RS Polri. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Raden Said Sukanto (RS Polri) Kombes Pol Edi Purnomo mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji toksikologi.

"(Hasil autopsi) Ya tunggu hasil toksikologi. Apa ada tanda-tanda keracunan atau tidak. Misalnya tidak ada tanda-tanda terluka, tapi yang jadi hasil pemeriksaan apa? Jadi nanti digabung", kata Edi RS Polri, Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017).

Dia menambahkan, hal ini dibutuhkan karena tidak ditemukannya luka lebam. Menurutnya tiadanya lebam bisa saja dikarenakan pada saat pemukulan dialaskan dengan bantal. Atas hal itu maka autopsi diperlukan.

Dalam proses autopsi ini juga dilakukan pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada organ dalam yang juga mengalami luka akibat tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh senior Amirullah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).

"Sementara hasil dari PL (Petugas Lapangan) ada memar, dahi kiri memar, ujung kaki, di bagian mata kanan kiri pendarahan, bibir atas dalam luka, tangan ada sianosis (gejala membiru karena kekurangan oksigen). Berarti, kan kekurangan oksigen. Kayaknya dibekap, ya harus nunggu patologi anatomi dulu. Kita cek apa benar jaringan otak, paru, jantung, mengalami sianosis", ujar Edi.

Amirullah tewas setelah mendapatkan penganiayaan dari seniornya pada Selasa (10/1) malam. Polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kekerasan di STIP sudah berkali-kali terjadi. Akibat kejadian ini, Ketua STIP Captain Weku F Karuntu dicopot oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pihak Kemenhub juga melakukan investigasi internal atas peristiwa ini.