Kamis, 7 Mei 2015 – 02:54 WITA Telah dibaca 1016 kali

Tukang Ojek Dibekuk Karena ‘Jual’ ABG ke Pria Hidung Belang

SUARAMANADO, Nasional: Satreskrim Polrestabes Bandung kembali mengungkap praktik prostitusi di Kota Bandung. Kali ini praktik prostitusi juga melibatkan penjualan anak di bawah umur untuk melayani lelaki hidung belang. DM (43) sebagai germo atau mucikari ditangkap setelah menjual 2 anak di bawah umur, yaitu berusia 11 dan 13 tahun.


Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Ngajib menuturkan, awal pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat.

"Kita mendapatkan informasi dari masyarakat soal adanya praktik prostitusi yang menjual anak di bawah umur. Kami pun melakukan penyelidikan hingga kemudian mengamanankan 2 anak yang sudah dijual oleh germo atau mucikarinya di sebuah hotel di Jalan Pasirkaliki", ujar Ngajib saat ekspos di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kamis (7/5/2015).

Dua anak yang diamankan masing-masing berusia 11 tahun dan 13 tahun. Sementara selain keduanya, masih ada satu anak di bawah umur lainnya berusia 15 tahun yang kerap dijual DM pada para lelaki pengguna PSK.

"Ada 3 orang perempuan di bawah umur, dan 15 lainnya dewasa. Mereka itu ada yang pekerjaannya PL (pemandu lagu), ada yang kerja di tempat spa, juga ada yang diambil dari kos-kosan", tuturnya. Tarif para perempuan-perempuan ini berkisar Rp 300–500 ribu.

DM sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojeg yang kerap mengantar-antar para PSK, hingga kemudian ia menjadi penyalur hingga menawarkan anak-anak di bawah umur.

"DM juga disinyalir telah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur", kata Ngajib.

DM kini harus mendekam di sel tahanan Polrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat dengan pasal 81 dan 82 tentang Perlindungan Anak.