Selasa, 1 Agustus 2017 – 23:59 WITA Telah dibaca 59 kali

Presiden Sebut Pengelolaan Hutan Indonesia Monoton

Presiden Joko Widodo

SUARAMANADO, Nasional: Presiden Joko Widodo memerintahkan perbaikan pengelolaan hutan di Indonesia. Harus ada terobosan besar dan pengambil kebijakan tak bisa selalu berpikir linear.

"Dalam sekian tahun ini, mohon maaf, pengelolaan hutan kita berada dalam posisi monoton, rutinitas tidak ada pembaharuan di sini", tegas Jokowi dalam peringatan hari lingkungan hidup di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Rabu 2 Agustus 2017.

Ia juga meminta semua pihak bergerak merumuskan pemikiran-pemikiran baru agar pengelolaan hutan betul-betul konsisten. Pengelolaan hutan juga harus memberi hasil baik, terutama bagi perekonomian Tanah Air.

Bekas Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan pengelolaan hutan Swedia dan Finlandia. Perekonomian di dua negara itu 70–80 persen berasal dari bagusnya pengelolaan hutan.

Ia menilai tak sulit menggerakkan ekonomi melalui pengelolaan hutan. Cukup meniru negara lain yang sudah berhasil dan disesuaikan dengan hutan di Indonesia.

"Pengelolaan hutan beratus tahun untuk jadi sample contoh. Kirim ke kementerian LHK, melihat bagaimana pengelolaan hutan berjalan bersama-sama, ekonominya dapat, pengelolan hutan juga dapat", ujar Jokowi.

Jokowi tak ingin lagi program berorientasi pada proyek. Mengolah hutan harus fokus dan konsentrasi ke daerah yang dilokalisasi.

Dalam pengelolaannya, kata dia, juga dibutuhkan jiwa mulia para rimbawan dengan etos kerja baik. dengan begitu, masyarakat bisa tahu mana hutan yang dilindungi, konsesi, dan hutan sosial.

"Kalau namanya taman nasional perlu dilindungi ya lindungi dengan baik. Jangan sedikit-sedikit digerogoti, tahu-tahu ratusan ribua hektare kita biarkan. Jangan terus-terusan seperti itu", tegas dia.

Bekas Wali Kota Solo itu berjanji bakal membuka semua pengelolaan hutan yang berorientasi pada proyek dalam forum tertutup. Hal semacam itu harus dihentikan sesegera mungkin.

"Corrective action itu baik untuk perizinan, jangan asal orang datang diberi, orang datang diberi. Sudah, itu setop. Saya ingatkan, itu setop. Ini kawan-kawan semua, rekan-rekan saya semua, kalau tidak setop, hati-hati!" tegas Jokowi.