Senin, 27 Juni 2011 – 18:33 WITA Telah dibaca 1340 kali

Kunker Komisi III ke Malang Ada Positifnya Untuk SULUT

Hasil kunjungan kerja (Kunker) Komisi III DPRD SULUT ke kabupaten Malang Jawa Timur dalam rangka mempelajari penanggunlangan permasalahan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk diterapkan di SULUT, membawa hasil baik. Hal ini diungkapkan oleh Jonny P Mantiri, SPd, anggota Komisi III DPRD SULUT kepada SUARAMANADO, Senin (27/6) di ruang kerjanya. Menurut Mantiri, hasil yang didapat dari kunker Komisi III ini bisa diterapkan di SULUT, karena di Malang pengelolaan DAS yang diolah oleh perusahan PT Dasa Tirta sangat menguntungkan masyarakat maupun pemerintah.

"Untuk pengelolaan Aliran Sungai harusnya diberikan oleh suwasta, karena kita telah melihat sendiri bagaimana pengelolaan yang di oleh oleh PT. Dasa Tirta ini, disamping sungainya panjang yang meliputi beberapa kota yang hingga kini terus terjaga dan terus terpantau oleh para pekerja PT. Dasa Tirta ini, masyarakatpun sangat diuntungkan, karena tetap aman dari banjir", ungkap Mantiri.

Lebih lanjut dikatakan Mantiri, namun dengan pengelolaan sungai ini harus pekerja profesional, dan kerjanya juga harus profesional, karena dengan itu mereka mendapatkan hasil yang sangat banyak dari pengelolaan Aliran Sungai itu tersebut. "Pemasukan yang mereka dapatkan antara lain dari pabrik air minum, persawahan dan juga perusahan yang membutuhkan air bersih yang banyak, dari situlah hasil yang mereka dapat mencapai 7 triliun setiap tahunnya", jelas Mantiri.

Ditambahkan Mantiri, dengan hal tersebut maka kita bisa terapkan apa yang diterapkan di Malang untuk diterapkan diSulut, karena itu bisa menjadi hal daerahyang cukup besar, apalagi di SULUT masih kekurangan air bersih.

"dengan ada pengusaha yang mengelola DAS di SULUT pastinya tidak akan adalagi kekurangan air bersih untuk masyarakat dan masyarakat tetap aman dari banjir, karena dari pengelolaan DAS ini sudah tahu akan ada banjir maka akan dipindahkan air kejalur yang akan mereka buat, dan secara keseluruhan mereka bisa memantau, juga secara informasi yang mereka terapkan secara online. Untuk itu kalau dicontohkan hujan di tondano maka di Manado sudah tahu dan masyarakat sudah mengantisipasinya", tandas Mantiri Legislator SULUT dari Fraksi Demokrat ini.