Senin, 25 Februari 2013 – 09:08 WITA Telah dibaca 3689 kali

Jumpa dengan Peggy Iskandar Wowor

Wanita Kawanua di Balik Kiprah Hope Chanel Indonesia

SUARAMANADO, Minahasa: Kemunculan Hope Channel Indonesia beberapa waktu lalu telah memberikan nuansa baru dalam dunia pertelevisian religius di Indonesia. Versi Indonesia dari Hope Chanel itu melejit menjadi salah satu alternatif pengisi makanan rohani tidak saja bagi warga Kristiani di Indonesia tetapi di seluruh belahan dunia yang bisa mengakses website televisi itu. Salah seorang yang berperan besar dan turut membidani kelahiran Hope Channel Indonesia (HCI) adalah seorang wanita kawanua yang cantik dan cerdas, Peggy Wowor.

Peggy Iskandar Wowor. Foto: FB

Saat didaulat untuk berbagi kiat sukses berkiprah di dunia broadcast dalam pertemuan di Kawangkoan minggu lalu, wanita asal Remboken itu mengakui bahwa talenta itu merupakan pemberian Tuhan. Wowor yang sudah lama berkecimpung di dunia pertelevisian, ketika dipanggil untuk membikin Hope Chanel mengaku merasa senang sekali, karena baginya, sesuatu untuk pelayanan itu pasti menyenangkan. "Memang capeknya, stressnya, jangan orang pikir melihat di TV itu, ah begini saja. Tetapi waktu kita memulainya, dan waktu kita syuting itu capek dan kadang begadang, tidak seindah kalau kita nonton".

Kepada SUARAMANADO, Peggypun berbagi kiat suksesnya. Dirinya mengisahkan bahwa dirinya beberapa tahun lalu dengan dirinya saat ini memiliki perbedaan yang cukup besar, yakni perbedaan yang bisa dirasakan di hati dan tercermin dalam raut wajahnya. Meski selalu dihadapkan dengan beban dan tekanan pekerjaan, dia mengaku bisa lebih ceria dan bahagia. "Kalau sudah melayani Tuhan, kita dikikis hatinya. Yang terpenting hatinya. Kita harus tulus, harus buang segala yang Tuhan tidak mau, seperti iri hati dan segala macam, dan akan tercermin di wajah kita".

Sebagai wanita Minahasa yang lahir, besar dan menikah di Jakarta, Peggy tak lupa menitip pesan untuk para wanita di daerah ini untuk selalu rajin bekerja, karena wanita itu sebenarnya memiliki kekuatan. Menurutnya, wanita harus rajin, karena Tuhan menciptakan wanita itu sebagai penolong. Sebagai penolong, menurut isteri dari Ferdinand Iskandar itu, justru wanita itu lebih kuat dari laki-laki. "di mana-mana penolong itu lebih kuat, ‘kan?" Peggy balik bertanya.

Menurut Peggy, wanita banyak kali merasa lemah dan lupa bahwa mereka itu diciptakan kuat. "Sebagai wanita harus selalu kuat, tabah dan positive thinking. Selalu bersandar pada Tuhan. Apapun masalah yang kita hadapi, harus bersama dengan Tuhan", himbaunya.

Dengan kesibukan yang luar biasa sebagai presenter dan manajemen HCI, radio, internet, dan beberapa aktivitas sosial lainnya, ibu dari Christy dan Carmelia ini mengaku dapat membagi waktu karena terkait juga dengan talenta. "Puji TUhan, karena talenta yang Tuhan kasih, dengan seabrek kegiatan, pasti Dia juga akan memampukan kita. Cuman mau aja",

Peggy bersama suami dan dua puterinya.

Peggy mengaku kegiatan yagn paling sibuk adalah sebagai presenter selain di manajemen HCI. "Kalau saya komit pada TUhan, ada hal-hal yang membuat saya batal pekerjaan itu, saya berpikir, wah, sudah komit dengan Tuhan, akhirnya bangkit", ungkapnya. "Integritas saya itu untuk Tuhan. Itulah yang membuat kita kuat", tambahnya lagi.

Peggy yang berulang tahun tepat hari ini, menggarisbawahi bahwa motivasi dalam diri sebagai kekuatan ampuh untuk sukses. "Kita hanya mau, Tuhan yang akan siapkan waktunya", akunya. Peggy sangat bersyukur profesinya telah membawa dia bertemu dengan berbagai orang dengan potensi yang luar biasa. Karenanya, dirinya tak henti menghimbau banyak wanita di tanah air, dalam banyak kesempatan seminar, untuk bangkit dan melayani.